Imbas Corona, Target PNBP Bandara DEO Dikoreksi Menjadi Rp 23 Miliar

0
5
Pesawat Garuda Airlines parkir di apron Bandara DEO Kota Sorong. Kegiatan ini yang menjadi salah satu sumber pendapatan UPBU Kelas I Sorong. Foto: Tantowi/JP
Google search engine
Spread the love

SORONG, jurnalpapua.id – Pelayanan penerbangan di Unit Penyelenggaraan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Sorong selama tahun 2021 yang sering buka tutup akibat pandemi Covid-19, menjadi penyebab target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)-nya dikoreksi menjadi Rp 23 miliar.

Sebelumnya, UPBU yang sedang didorong menjadi Badan Layanan Umum (BLU) di tahun 2022 ini dipatok PNBP sebesar Rp 29 miliar. Selama pemberlakukan PPKM, jumlah penerbangan di Bandara DEO turun hingga mencapai 12 flight per hari.

“Dengan keadaan covid seperti ini, dari pusat sudah mengevaluasi dan menurunkan menjadi Rp 23 miliar,” kata Cece Tarya, Kepala UPBU Kelas I Sorong kepada media ini, Senin (11/10/2021).

UPBU Kelas I Sorong menjadi salah satu andalan Kementerian Perhubungan RI Direktorat Perhubungan Udara dalam perolehan PNBP. Tahun lalu, bandara di wilayah Kepala Burung Papua ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 17 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 11 miliar.

Karena pencapaian itu, Kementerian Perhubungan menggelembungkan target pendapatan sebesar Rp 29 miliar, meski pada akhirnya dikoreksi menjadi Rp 23 miliar. Hingga September lalu, realisasi pencapaiannya baru di angka Rp 17,5 miliar.

Komponen penghasil PNBP di Bandara DEO, di sisi udara adalah jasa naik dan turun pesawat, penempatan pesawat di apron serta penggunaan fasilitas garbarata. Untuk di sisi darat, penghasil duitnya dari aktivitas penumpang masuk terminal, layanan cargo, advertising, pengelolaan parkir pengunjung, pengelolaan taksi bandara serta penyewaan lahan yang masih terkait dengan bandar udara.

Dengan meredanya pandemi, jumlah penerbangan di Bandara DEO saat ini mulai merangka naik hingga di angka 40 flight. Maskapai yang saat ini landing dan take off di Bandar DE antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Wings, Sriwijaya, Citilink, Travira dan Susi Air.

“Per 30 September lalu Citilink masuk di DEO, dengan rute penerbangan Surabaya – Sorong – Jayapura, seminggu tiga kali,” kata Tarya.

Sisa waktu yang tinggal dua bulan lagi, mantan dosen Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Medan ini optimistis target PNBP bisa dicapainya saat tutup buku. Salah satu upaya yang ditempuh adalah me-rebranding potensi wisata Raja Ampat sebagai destinasi unggulan di Papua Barat. JP03

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here