TIMIKA – jurnalpapua.id
Pondok Pesantren DDI Nurul Islam Timika menggelar penamatan Santri tingkat RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2024/2025 yang diselenggarakan di Aula Hotel Horison Diana Timika, Sabtu (17/5/2025).

Acara penamatan diawali dengan penampilan tari-tarian yang dibawakan oleh para santri dengan menampilkan tarian kreasi Nusantara.
Ketua Korda DDI Kabupaten Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para santri yang telah lulus dari DDI Nurul Islam Timika. Menurutnya, pendidikan berbasis agama itu sangat penting karena akan menjadi bekal dimasa depan.

“Kalau lanjut sekolah tidak keluar dari Timika, tetaplah di DDI, dan kalau mau keluar Timika, carilah sekolah yang punya pemahaman dan dasar keagamaan yang sama,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan DDI Nurul Islam Timika sebagai lembaga tempat anak-anak mereka menimba ilmu.

“Terimakasih kepada para orang tua yang telah menitipkan anaknya sekolah di DDI. Anda berada ditempat yang tepat” ujarnya.
Juga dikatakan, bahwa selama 23 tahun berjalan, DDI telah banyak mencetak lulusan yang berkualitas disetiap tahun kelulusan. Terbukti ditahun ini, terdapat 4 lulusan DDI yang diterima secara gratis atau melaluijalur prestasi dan mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi Islam.
“Ini membuktikan bahwa DDI adalah lembaga yang fokus kepada dunia pendidikan. Saya harap kalian bisa menjadi contoh yang baik saat diluar, karena kalian adalah cerminan DDI diluar sana nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Operator Pendidikan Islam Kemenag Mimika Kamsia Nurlela Bugis, SE dalam sambutannya mengatakan, hari ini merupakan momentum penting dan membahagiakan, tidak hanya bagi para siswa/siswi yang telah menyelesaikan pendidikan tetapi juga bagi para orang tua, para guru, dan seluruh komponen madrasah yang telah mendampingi perjalanan panjang ini dengan penuh dedikasi.
Lanjut dikatakan, bahwa hubungan kerja antara madrasah, pondok pesantren, dan Kementerian Agama bersifat kemitraan fungsional dan struktural, di mana Kementerian Agama berperan sebagai regulator, fasilitator, dan pembina, sementara madrasah dan pesantren sebagai pelaksana pendidikan Islam di masyarakat. Sinergi ketiganya sangat penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas, moderat, dan berwawasan kebangsaan.
“Anak-anakku sekalian, perjalanan kalian masih panjang. Tidak sampai di sini saja , maka itu, tetaplah semangat menuntut ilmu, jaga nama baik madrasah dan ponpes, dan jadilah duta-duta madrasah islamik yang membanggakan di mana pun kalian berada. Tanamkan dalam diri nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepedulian sosial, karena madrasah telah mengajarkan kalian menjadi manusia yang utuh—berilmu dan berakhlak,” imbuhnya. (**)























Discussion about this post