TIMIKA – jurnalpapua.id
Davina Eccllesia siswi kelas 3 SMP Negeri 7 Mimika dinobatkan sebagai satu-satunya perwakilan Provinsi Papua Tengah dalam ajang lomba Olimpiade Sains Nasional mata pelajaran IPA yang akan digelar di Jakarta pada tanggal 21-27 September mendatang.
Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Mimika, Yosep Randanan, S.Pd kepada Jurnal Papua.id, Selasa (16/9/2025) mengatakan, bahwa dengan terpilihnya Davina menjadi perwakilan Papua Tengah dalam ajang bergengsi tersebut, merupakan kebanggan tersendiri bagi seluruh siswa dan guru SMP Negeri 7.
“Ini merupakan suatu kebangga buat kami keluarga besar SMP Negeri 7 Mimika, bisa memiliki anak didik yang sangat luar biasa dalam proses belajarnya, sehingga bisa menjadi satu-satunya wakil Provinsi Papua Tengah, dalam ajang OSN mata pelajaran IPA,” tuturnya.
Yosep Randanan kepada Jurnal Papua.id menceritakan awal mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Davina Eccllesia tidak sendiri, namun bersama dengan dua rekannya, Inri Tangkepare dan Messiarta Kondorura yang mewakili SMP Negeri 7 Mimika untuk tingkat kabupaten yang diselenggarakan di masing-masing laboratorium sekolah dengan sistem daring dengan pengawas silang dari SMP Negeri 8 Mimika, tanggal 18 Juni 2025.
Sementara untuk seleksi tingkat provinsi, hanya Davina saja yang lulus dan mengikuti tahapan lomba selanjutnya yang digelar di
laboratorium komputer Sekolah Kalam Kudus Timika, dengan sistem daring dengan pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, tanggal 14 Agustus 2025.
Dan untuk semifinal, lomba digelar di SMP Negeri 7 Mimika karena terkendala jaringan internet. Dengan bantuan jaringan internet Star Link, lomba tetap dilaksanakan dengan sistem daring, dengan pengawasan langsung dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika pada tanggal 10 September lalu, dan hasilnya, Davina dinobatkan sebagai satu-satunya perwakilan Provinsi Papua Tengah melaju ke tingkat nasional.
Dikatakan, bahwa dibalik kesuksesan Davina, ada sosok yang punya andil besar, yakni guru pendamping, Monika Kesniati Siagian, S.Pd. Dengan penuh kegigihan dan harapan, ia membimbing Davina mengikuti les khusus diluar jam belajar sekolah.
“Selama mengikuti persiapan OSN, Davina selalu belajar setiap hari setelah mengikuti KBM dipagi hari dan lanjut mengikuti bimbingan pembekalan OSN selama 2 jam tiap hari, yakni dari jam 3-5 sore,” katanya.
Lanjut dikatakan, bahwa gadis cilik kelahiran Tangerang 10 Agustus 2011 silam ini merupakan anak pertama dari pasangan Ardianto Eddy Batuallo dan Rifka Martince Wobba adalah lulusan dari SD Efrata National School Timika.
Selama menimbah ilmu di tingkat SD, Davina merupakan anak yang berprestasi dan selalu meraih juara I sejak kelas I sampai kelas V. Davina merupakan anak yang punya semangat belajar luar biasa, bahkan selama persiapan menuju semi final OSN, semangat belajarnya tidak pernah pudar dan cara belajarnya yang mengekspresikan pelajaran membuat buku pintar untuk dirinya sendiri.
“Saya sebagai guru pendamping Davina sangat salut dengan kegigihan dan ketekunan dalam belajar. Davina merupakan anak yang selalu mau mencoba untuk belajar setiap soal-soal yang belum pernah dia temukan bahkan kemampuannya untuk menyelesaikan soal yang bukan untuk kategori anak SMP Davina bisa selesaikan dengan baik,” ujar Monika Kesniati Siagian, S.Pd selaku guru pendamping.
Menurutnya, selama persiapan OSN ke tingkat nasional, Davina mengikuti pembelajaran di ruang guru dan mengikuti kegiatan olimpiade secara online. Ia menerapkan sistem pembelajaran yang mengedepankan kerja sama, dimana ketika terdapat soal yang Davina tidak bisa pecahkan, maka selalu guru, ia akan membantu menyelesaikan secara bersama.
Perlu diketahui, bahwa selain berprestasi di tingkat SD, Davina juga memiliki prestasi akademik di tingkat SMP sejak kelas I hingga kelas III SMP dengan meraih juara I. (**)























Discussion about this post