TIMIKA – jurnalpapua.id
Kerukunan Keluarga Madura (KKM) Kabupaten Mimika menggelar aksi penggalangan dana untuk korban banjir bandang disertai longsor di Distrik Dal dan Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga pada 1 November lalu.
Akibatnya, sebanyak 23 warga dilaporkan hilang dan tewas yang hingga kini masih dalam proses pencarian.
Ketua KKM Kabupaten Mimika, Nur Andrik atau lebih akrab disapa Cak Nur kepada Jurnal Papua.id, Selasa (18/11/2025) mengatakan, bahwa aksi sosial kemanusiaan yang digelar hari ini sebagai bentuk kepedulian warga Madura yang ada di Kabupaten Mimika untuk keluarga korban bencana alam di Kabupaten Nduga.
“Ini aksi spontanitas kami karena kami peduli bagi saudara-saudara kami yang ada di Nduga. Mereka sedang dalam keadaan sudah dan berduka,” tuturnya.
Dijelaskan, bahwa aksi tersebut didukung sepenuhnya oleh seluruh warga Madura yang ada di Kabupaten Mimika, terbukti banyak warga yang sukarela terjun ke persimpangan lampu merah sambil membawa kardus untuk aksi sosial ini.
“Terimakasih banyak kepada rekan-rekan kami yang sudah meluangkan waktu dan meninggalkan pekerjaan demi penggalangan dana ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa aksi penggalangan dana tersebut digelar selama tiga hari, dimana hasilnya nanti akan diserahkan langsung kepada pihak yang telah ditentukan bersama.
“Aksi penggalangan dana ini kami gelar selama tiga hari, mulai Selasa-Kamis,”imbuhnya. (**)























Discussion about this post