TIMIKA – jurnalpapua.id
Ribuan warga Toraja menghadiri ibadah perayaan Natal tahun 2025 Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Mimika yang dirangkaikan dengan ibadah syukur awal tahun 2026 yang digelar digedung Tongkonan, Sabtu (17/01/2026).
Ibadah perayaan Natal dan syukur awal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dan sub tema “Natal Mengajak Ikatan Keluarga Toraja Mimika Hidup Dalam Kasih dan Kepedulian Terhadap Sesama.
Ibadah yang dipimpin oleh Pastor Petrus Bine Saramai, Pr. ini berlangsung dengan khidmat dari awal hingga selesai.
Perayaan Natal bersama ini dihadiri oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, Ketua DPRK Mimika Primus Natikaperayau, unsur Forkopimda Kabupaten Mimika, serta ribuan warga Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Mimika dan tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Natal, Andri Patiung, ST, M.Si
dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan Natal IKT merupakan program rutin tahunan oleh pengurus IKT Mimika dan kepanitiaan telah dibentuk sejak 31 Juli 2025.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama perayaan Natal ini adalah untuk mengingat kesederhanaan kelahiran Tuhan Yesus di kandang Betlehem, sekaligus mempererat persaudaraan dan persatuan warga IKT di Kabupaten Mimika.
“Kiranya melalui perayaan Natal ini, iman kita semakin diteguhkan, kasih dalam keluarga semakin bertumbuh, dan semangat persaudaraan di antara IKT Mimika semakin erat,” paparnya.
Sementara itu, Ketua IKT Mimika, Yusuf Rombe Passarin, S.AK dalam sambutannya mengajak seluruh warga IKT untuk kembali memaknai kasih agung Allah yang mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, yang lahir di kandang Betlehem dan dibaringkan dalam palungan.
Menurutnya, Natal membawa sukacita dan kedamaian bagi semua orang, sejalan dengan tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.” Keluarga merupakan tempat keselamatan yang utuh—keselamatan dari keterasingan, keputusasaan, serta keselamatan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Ia mengajak seluruh warga IKT Mimika untuk terus bergandengan tangan, saling menopang, dan tetap solid dalam semangat kekeluargaan dengan semboyan “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate” (bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh).
Selain itu, ia juga mengajak warga IKT mendukung program kerja badan pengurus IKT, termasuk pembangunan Tongkonan yang saat ini sedang dikerjakan oleh panitia pembangunan.
Di akhir sambutannya, Yusuf menekankan pentingnya peran aktif warga IKT dalam bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan Kabupaten Mimika serta menjaga perdamaian, toleransi, dan keharmonisan di tengah keberagaman.
Selanjutnya, Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat Natal mengajarkan kebersamaan dan kasih.
Ia mengajak seluruh umat untuk merefleksikan apakah nilai-nilai Natal sungguh diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan.
Menurutnya, memasuki Tahun Baru 2026, seluruh masyarakat diajak melakukan evaluasi dan introspeksi diri, meninggalkan berbagai persoalan tahun 2025, serta melangkah ke depan dengan pengharapan baru agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia juga menegaskan bahwa tema Natal yang ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) sejalan dengan tema Natal Kementerian Agama RI, yakni “Love in God, Harmony Together,” yang menekankan kasih Tuhan, harmoni, toleransi, dan kebersamaan dalam keberagaman Indonesia, serta penguatan keluarga sebagai fondasi kehidupan bangsa.
Menutup sambutannya, Bupati Johannes Rettob mengapresiasi kontribusi IKT Mimika dalam mendukung pembangunan daerah dan berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah terus terjaga demi terwujudnya Kabupaten Mimika yang aman, damai, dan sejahtera.(**)























Discussion about this post