ATUKA – jurnalpapua.id
Distrik Mimika Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026, Senin (2/3/2026). Terdapat 105 usulan program yang dihasilkan dalam kegiatan ini yang akan direalisasikan pada Tahun 2027 mendatang.

Musrenbang yang digelar di Kantor Distrik Mimika Tengah ini dihadiri tim asistensi Bappeda Mimika, Rusman Lagonda, Kepala Distrik Mimika Tengah, Tobias Ba’ka’, Kapolsek Mimika Timur, Babinsa Koramil Kokonao serta 5 kepala kampung dan Bamuskam.

Adapun tema Musrenbang tahun 2026 adalah “Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik”.

Usulan program tersebut terdiri dari pembangunan infrastruktur sebanyak 40 kegiatan, bidang ekonomi 26 kegiatan, dan bidang pemberdayaan masyarakat sebanyak 39 kegiatan akan diusulkan pada forum OPD mendatang.

Kepala Distrik Mimika Tengah, Tobias Ba’ka’ dalam arahannya menekankan agar peserta Musrenbang menggunakan kesempatan untuk menyampaikan usulan dan masukan untuk program pembangunan Kabupaten Mimika, secara khusus di Distrik Mimika Tengah.

“Usulan itu harus berskala prioritas dan outputnya akurat, sehingga bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
Diterangkan, bahwa masyarakat Distrik Mimika Tengah siap mendukung dan berpartisipasi dalam visi misi dan program pembangunan dari kampung ke kota.

Lanjut disampaikan, bahwa berdasarkan hasil Musrenbang tingkat kampung, usulan-usulan berskala prioritas Distrik Mimika Tengah terdiri dari pembangunan fasilitas pengisian bahan bakar terdekat, mengingat warga Distrik Mimika Tengah terdiri dari 5 kampung dan transportasi satu-satunya adalah perahu, dan diharapkan ada penyediaan transportasi umum untuk sungai dan laut, dan pembangunan fasilitas SPBU terdekat, karena untuk pembelian BBM, masyarakat harus naik membeli ke kota.
Selain itu, juga disampaikan mengenai kondisi distrik yang jadi langganan banjir tiap tahunnya, terutama di Kampung Kamora dan Aikawapuka.
“Mohon kiranya ada pembangunan untuk penanggulangan banjir dan mitigasi bencana, sehingga warga aman dari bencana banjir,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terkait kebutuhan warga distrik mengenai perbaikan layanan listrik, karena hingga saat ini, layanan listrik hanya sampai 6 jam saja.
“Kampung Tiwaka/Timika Pantai belum ada pembangkit listrik, masyarakat sudah menyiapkan lokasi dan bulan lalu sudah ada survei lokasi. Mohon di dorong untuk bisa secepatnya terealisasi,” paparnya.
Lanjut disampaikan mengenai dampak dari banjir dan air ROB yang membuat sungai menjadi dangkal sehingga perlu adanya pembersihan atau pengerukan sungai untuk kelancaran transpotasi serta membuka jalur alternatif untuk mengatasi jika terjadi pendangkalan (air surut).
Ia juga meminta untuk penambahan rumah dinas untuk pegawai distrik, tenaga kesehatan dan para gurum mengingat banyak penambahan pegawai untuk Distrik Mimika Tengah di tahun 2025 lalu.
“Kami mohon bantuan dan bimbingan dari tim asistensi agar usulan dan masukan program yang berasal dari 5 kampung ini dapat di input didalam sistem dan bisa di laksanakan di tahun anggaran yang akan datang,” imbuhnya. (**)
























Discussion about this post