JAYAWIJAYA, jurnalpapua.id
Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Yapis Wamena mengukuhkan 224 lulusan dalam Wisuda ke-18 Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di halaman kampus, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNA’IM dalam memperkuat kontribusinya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, kompeten, dan berdaya saing untuk mendukung pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Majelis Rakyat Papua (MRP), Majelis Ulama Indonesia (MUI), TNI–Polri, pimpinan perbankan, perwakilan yayasan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Rektor Laporkan 224 Lulusan dan Capaian Akademik
Rektor UNA’IM Yapis Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail, S.Pd., M.Pd., CRA., CRP., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 224 wisudawan yang dikukuhkan berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan fakultas.
Rinciannya terdiri atas 37 lulusan Magister Ilmu Manajemen, 88 lulusan Fakultas Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 65 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta 34 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi.
Kata Rektor, Pada tahun akademik 2025/2026, UNA’IM Yapis Wamena, menerima 443 mahasiswa baru dengan jumlah mahasiswa aktif sekitar 1.450 orang. Capaian tersebut menunjukkan peran kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Papua Pegunungan.
Di bidang penelitian dan inovasi, sepanjang 2026, dosen UNA’IM menghasilkan 124 publikasi ilmiah dan 145 hak cipta. Kampus juga mengembangkan berbagai inovasi berbasis potensi lokal, seperti pupuk berbahan buah merah, pengemasan kopi, serta pembuatan paving block dari sampah plastik.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Gubernur Dorong Lulusan Menjadi Wirausaha
Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., dalam sambutannya mendorong para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga berani menciptakan peluang usaha dengan memanfaatkan potensi lokal.
Ia mengajak generasi muda untuk melihat peluang ekonomi dari berbagai komoditas unggulan daerah, seperti kopi, nanas, dan hasil alam lainnya, agar dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Menurutnya, kemandirian, kerja keras, dan keberanian berinovasi merupakan modal penting bagi generasi muda untuk membangun masa depan sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan sebesar Rp1 miliar kepada UNA’IM Yapis Wamena. Selain itu, pemerintah provinsi juga memberikan bantuan biaya studi sebesar Rp20 miliar bagi lebih dari 1.000 mahasiswa Papua Pegunungan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan pendidikan tinggi dan memperluas kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Orasi Ilmiah Tekankan Pentingnya Pengembangan Ilmu
Orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam orasinya, ia mengajak para wisudawan untuk terus memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk menghadapi perubahan zaman, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh.
Yapis Dan LLDIKTI Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Perwakilan YAPIS Pusat di Tanah Papua, Heri Wahyudianto, S.E., M.M., menyampaikan dukungan yayasan agar UNA’IM Yapis Wamena terus berkembang dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter luhur, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Sementara itu, perwakilan LLDIKTI Wilayah XIV, Jane Shirley Wambrauw, S.Pd., M.H., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNA’IM Yapis Wamena. Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan serta relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dukungan yayasan dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi diharapkan dapat memperkuat peran UNA’IM dalam menghasilkan SDM yang mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Empat Bank Apresiasi Sembilan Mahasiswa Berprestasi
Dalam rangkaian acara wisuda, empat lembaga perbankan, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Papua, dan Bank Negara Indonesia (BNI), memberikan apresiasi kepada sembilan mahasiswa berprestasi yang mewakili program studi di lingkungan UNA’IM Yapis Wamena.
Masing-masing mahasiswa menerima penghargaan uang sebesar Rp1 juta dari perbankan. Selain itu, universitas juga memberikan piagam penghargaan dan uang penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa berprestasi sekaligus diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan pencapaian akademik dan mengembangkan potensi diri.
Wisuda Menjadi Momentum Menyiapkan SDM Unggul
Wisuda ke-18 UNA’IM Yapis Wamena bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum untuk menegaskan pentingnya pendidikan tinggi dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
Sebanyak 224 lulusan diharapkan, mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan, baik melalui dunia kerja, kewirausahaan, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah, yayasan, dan dunia usaha, UNA’IM Yapis Wamena diharapkan terus berkontribusi dalam melahirkan generasi yang mandiri, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi daerah.
Pada akhirnya, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu modal penting untuk mendorong kemajuan Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan, sekaligus memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.(**)




















































Discussion about this post