TIMIKA – jurnalpapua.id
Ketua Kerukunan Keluarga Madura (KKM) Kabupaten Mimika, Nur Andrik atau lebih kerap disapa Cak Nur menyampaikan, bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan kepada setiap warga Madura yang datang merantau ke Timika sesuai dengan permintaan Bupati Mimika.
Saat ditemui Jurnal Papua.id di kawasan Arena Lama Timika, Senin (14/7/2025), Cak Nur mengatakan, bahwa pengurus KKM Kabupaten Mimika rutin melakukan pendataan secara door to door ke setiap kompleks pemukiman warga Madura di Timika.
“Kami sudah berjalan berapa bulan ini, meminta kepada warga Madura yang tidak berdomisili Timika. Kita sangat harap, agar masyarakat Madura bisa bekerjasama untuk bisa merubah domisili menjadi warga Timika,” tuturnya.
Dijelaskan, bahwa dirinya dan pengurus lainnya sudah melakukan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai orang yang dipercayakan di kerukunan, agar warga KKM bisa mendapatkan layanan publik yang disediakan oleh Pemkab Mimika.
“Akan banyak manfaat dan dampak positif yang akan dirasakan kalau sudah pindah domisili menjadi warga Mimika, seperti mendapatkan layanan kesehatan gratis dari pemerintah, serta layanan publik lainnya,” tuturnya.
Lanjut dikatakan, bahwa pengurus KKM bersyukur pegawai Dukcapil Mimika sangat membantu dalam melakukan pelayanan ini.
“Datanya bisa dicek di Dukcapil Mimika, karena kita lakukan secara bertahap. Kadang 20, 15, 7 yang kita data. Kita tidak bisa melakukan pendataan sekaligus karena itu sangat berat,” ungkapnya.
Dipaparkan pula, bahwa pada dasarnya KKM mendukung penyampaian Bupati Mimika yang meminta seluruh warga Madura di Timika untuk mengurus KTP.
“Kami apresiasi dan dukung pernyataan Pak Bupati Mimika, Johannes Rettob yang meminta warga Madura agar segera mengganti domisili menjadi warga Timika,” jelasnya.
Hingga kini kata dia, warga Madura di Kabupaten Mimika bisa mencapai dua ribuan kepala keluarga apabila didata dengan baik.
“Sekarang di data kami ada sekitar 470 kepala keluarga yang terdaftar yang kami sudah buatkan KTP dan kartu keluarga. Sekarang dan kedepannya kami tetap akan melakukan pendataan, agar semua warga KKM bisa pulang memiliki KTP Mimika,” pungkasnya.
Ditambahkan, bahwa pihaknya terus melakukan pendataan, agar bisa meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi dimasa mendatang.
“Contohnya kalau ada yang meninggal, kita akan usahakan untuk pulangkan ke Madura. Dananya dari mana? Ya dari iuran bulan Rp.30 ribu per orang. Itu juga bisa digunakan membantu meringankan biaya warga Madura ketika dirawat di rumah sakit atau klinik. Ini adalah salah satu tujuan kita mendata semua warga Madura di Timika,” imbuhnya. (**)























Discussion about this post