TIMIKA – jurnalpapua.id
Genap berusia 50 tahun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika tetap akan bersinergi dengan pemerintah dan berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan umat. Hal ini disampaikan Ketua MUI Kabupaten Mimika, KH. Muhammad Amin dalam perayaan Milad ke-50 MUI yang digelar di Hotel Horison Diana Timika, Sabtu (26/7/2025).

Milad ke-50 ini mengusung tema “MUI Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat dan Keharmonisan Bangsa”.
Ketua panitia kegiatan, Taufiq Amiruddin, SE, dalam laporannya mengatakan, selain merayakan HUT ke-50 MUI berkarya di Indonesia, juga digelar berbagai kegiatan yakni pelantikan MUI tingkat distrik, penyerahan MUI Award kepada Da’i yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun, pengukuhan petugas pemulasaraan jenazah khusus perempuan, penyerahan BPJS Ketenagakerjaan, penyerahan award masjid digital serta launching buku “Kapita Selekta di Media Sosial” karya Ketua MUI Kabupaten Mimika.

Lanjut dijelaskan, bahwa Milad ke-50 MUI ini, bukan hanya sekedar peringatan usia, tetapi menjadi momentum penting mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan bangsa. Dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian MUI untuk umat, meningkatkan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, mendorong peran dakwah digital dan literasi keagamaan, memperkuat kelembagaan dan layanan sosial umat serta memberikan apresiasi kepada para pengabdi dan pelayan umat.
Ia menambahkan, bahwa sebelumnya panitia telah menggelar kegiatan donor darah kerja sama dengan RSUD yang menghasilkan 70 kantong darah serta pelatihan Fardu Kifayah (Pemulasaraan jenazah khusus perempuan) yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI.
Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Setda Mimika Yakobus Kareth dalam sambutannya menyampaikan,
perayaan ini disebut sebagai momen penuh makna dan refleksi atas peran panjang MUI sebagai mitra strategis umat dan pemerintah.
“Kami mengucapkan selamat kepada MUI. Semoga di usia setengah abad ini, MUI semakin kokoh dalam menjaga ukhuwah islamiyah, membimbing umat, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga moralitas dan akhlak masyarakat Mimika,” ujar Yakobus.
Ia menekankan bahwa selama lima dekade, MUI telah berperan penting sebagai pengayom umat, penjaga nilai keislaman, dan jembatan penyejuk antara umat dan pemerintah daerah.
“Peran MUI sangat strategis dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menciptakan harmoni sosial. Kami sadar bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan pembangunan mental dan spiritual. Kami berharap MUI terus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan dakwah yang sejuk,” tambahnya.
Selanjutnya, Ketua MUI Mimika, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan bagian dari peringatan nasional 50 tahun MUI, sekaligus momentum memperkuat komitmen untuk terus berkhidmat kepada bangsa dan umat.
Ia mengakui masih adanya sejumlah keterbatasan dalam pelaksanaan tugas MUI, namun bersyukur atas dukungan kuat dari Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Alhamdulillah, sinergi dengan Pemkab Mimika terjalin erat. Dukungan ini memungkinkan MUI menjalankan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan dengan baik,” ujarnya.
Muhammad Amin juga menjelaskan bahwa MUI di Mimika telah hadir selama 25 tahun. Ia berharap ke depan hubungan kemitraan dan komunikasi dengan pemerintah daerah semakin solid, khususnya dalam mendukung nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami berharap komunikasi yang baik dengan Pemkab Mimika terus tercipta. MUI siap mendukung pembangunan daerah, terutama yang berbasis pada kearifan lokal Mimika,” imbuhnya.(**)























Discussion about this post