TIMIKA – jurnalpapua.id
Sebagai bentuk dukungan dan support terhadap korban gempa bumi Magnitudo 6,5 SR yang melanda Sumenep Madura pada tanggal 30 September lalu, Kerukunan Keluarga Madura (KKM) Kabupaten Mimika menggelar aksi penggalangan dana selama tiga hari berturut-turut.
Ketua KKM Kabupaten Mimika, Nur Andrik atau lebih akrab disapa Cak Nur kepada Jurnal Papua.id, Selasa (7/10/2025) mengatakan, bahwa setelah mendengar kabar mengenai musibah tersebut, ia dan pengurus KKM Kabupaten Mimika menggelar pertemuan untuk membahas langkah dan sikap seperti apa yang akan ditempuh untuk turut serta meringankan beban warga Madura di Sumenep yang mengalami musibah.
“Dari pertemuan itu, kami memutuskan untuk turun ke jalan menggelar aksi penggalangan dana di beberapa titik lampu merah di Kota Timika,” tuturnya.
Dikatakan, aksi penggalangan dana tersebut dimulai pada Sabtu 4 Oktober hingga Selasa 7 Oktober hari ini.
“Kami bersyukur aksi kami mendapat dukungan dan support dari pemerintah dengan mengeluarkan ijin turun ke jalan. Jadi aksi kami ini resmi,” ungkapnya.
Diterangkan, bahwa aksi penggalangan dana korban gempa Sumenep digelar di lampu merah Pendidikan-Bougenville, persimpangan Bank Papua, lampu merah Timika Mall dan perismpangan Hasanuddin-Budi Utomo. Sementara untuk hasil penggalangan dana akan ditransfer kepada pihak yang sudah ditentukan di Sumenep.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Timika yang telah menyumbang selama tiga hari aksi penggalangan dana ini. Semoga Tuhan yang akan membalasnya,” imbuhnya.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, tercatat ada 406 bangunan yang dilaporkan rusak.
Rinciannya, 130 rumah rusak ringan, 133 rumah rusak sedang, 101 rumah rusak berat, dan 10 rumah rusak sangat berat. Sementara 1 rumah masih dalam proses assessment lebih lanjut. (**)























Discussion about this post