TIMIKA – jurnalpapua.id
Polres Mimika mulai menyelidiki dugaan kasus penipuan berkedok lowongan kerja yang diduga telah memakan banyak korban. Polisi mengaku telah menerima laporan resmi dan kini tengah mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta jaringan yang terlibat.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengatakan laporan polisi terkait kasus tersebut telah diterima pada Senin dan saat ini sedang ditindaklanjuti.
“Kami sudah menerima laporan polisi dan saat ini sedang kami tindak lanjuti,” kata Billyandha kepada wartawan di Jalan Agimuga Mile 32, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor ke kepolisian. Menurut dia, keterangan para korban diperlukan guna memperkuat proses penyelidikan dan mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku.
Berdasarkan penyelidikan sementara, modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan pekerjaan di perusahaan tertentu dengan janji diterima bekerja. Korban kemudian diminta menyerahkan sejumlah uang yang disebut sebagai biaya administrasi atau penerimaan kerja.
“Mereka membuka lowongan kerja, lalu korban diiming-imingi pekerjaan dan diminta memberikan sejumlah uang dengan janji akan diterima bekerja,” ujarnya.
Polisi belum dapat memastikan jumlah korban karena kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman. Namun, informasi awal yang diterima menunjukkan jumlah korban diduga cukup banyak.
“Untuk sementara masih kami kembangkan. Informasi yang kami terima, korbannya cukup banyak,” kata Billyandha.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia terkait dugaan pencatutan nama perusahaan dalam modus penipuan tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk mengonfirmasi apakah benar ada lowongan pekerjaan yang dimaksud atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, penyidik masih mendalami apakah pelaku beraksi secara perorangan atau bagian dari sindikat. Menurut Kapolres, besarnya jumlah korban membuka kemungkinan pelaku merupakan kelompok yang telah berpengalaman menjalankan modus serupa.
Polres Mimika mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang meminta pembayaran sejumlah uang. Warga diminta memastikan informasi lowongan kerja melalui sumber resmi sebelum menyerahkan uang maupun data pribadi. (**)



































Discussion about this post