TIMIKA – jurnalpapua.id
Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026. Data yang dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam agenda yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri menunjukkan pertumbuhan ekonomi Mimika secara tahunan (year-on-year/y-on-y) mengalami kontraksi hingga -11,33 persen.
Dalam paparan BPS mengenai gambaran umum pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota se-Indonesia, Mimika menempati posisi pertama dalam daftar 10 kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi terendah pada Triwulan I 2026.
Sementara itu, posisi tertinggi ditempati Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 49,57 persen.
Selain Mimika, sejumlah daerah lain yang masuk dalam daftar pertumbuhan ekonomi terendah antara lain Kabupaten Maluku Barat Daya (-5,74 persen), Kabupaten Luwu Timur (-2,31 persen), Kabupaten Kepulauan Seribu (-1,81 persen), dan Kabupaten Raja Ampat (-1,60 persen).
Peta pertumbuhan ekonomi yang ditampilkan BPS menunjukkan sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia masih mencatat pertumbuhan positif. Dari total daerah yang dianalisis, sebanyak 27 kabupaten/kota mencatat pertumbuhan di atas 8 persen, 290 kabupaten/kota tumbuh pada kisaran 5–8 persen, dan 152 kabupaten/kota berada pada kisaran 3–5 persen.
Kontraksi ekonomi yang terjadi di Mimika menjadi perhatian mengingat daerah ini selama ini menjadi salah satu kontributor utama perekonomian di Papua Tengah. Fluktuasi sektor pertambangan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah sering kali memberikan dampak signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi Mimika.
BPS belum merinci faktor penyebab kontraksi ekonomi Mimika dalam paparan tersebut. Namun, penurunan produksi atau ekspor sektor pertambangan biasanya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Data ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi penguatan sektor-sektor ekonomi non-tambang guna menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan memperluas sumber-sumber pendapatan masyarakat.
Data BPS Triwulan I 2026:
Pertumbuhan ekonomi Mimika: -11,33 persen
Terendah dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia
Pertumbuhan ekonomi tertinggi: Kabupaten Sumbawa Barat 49,57 persen
Pertumbuhan ekonomi nasional didominasi daerah dengan pertumbuhan positif 3–8 persen. (**)



































Discussion about this post