TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan, bela negara, serta semangat persatuan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Koordinasi Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, dan Sejarah Kebangsaan Kabupaten Mimika yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66 Timika, Selasa (23/6/2026).
Ketua panitia kegiatan, Aloysius Daproma Yawang, S.STP, dalam laporannya menyebutkan, bahwa pelaksanaan koordinasi bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembaharuan Kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, dan Sejarah Kebangsaan Tahun Anggaran 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika berupaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta membentuk karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.
Mewakili Bupati Mimika, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya menegaskan, bahwa fondasi kebangsaan harus terus diperkuat karena ancaman terhadap persatuan bangsa tidak selalu hadir dalam bentuk fisik.
Menurut Bupati, ancaman terhadap keutuhan bangsa saat ini dapat muncul melalui penyebaran informasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, hingga berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
“Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara harus menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat. Bela negara bukan hanya tugas aparat atau amanah pemerintah semata, melainkan tanggung jawab setiap warga negara,” ujar Ananias saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menjelaskan, semangat bela negara dapat diwujudkan melalui pengabdian sesuai profesi masing-masing, menjaga persatuan dan kesatuan, menaati hukum, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Bupati juga menyoroti kondisi Kabupaten Mimika yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang sangat tinggi. Keberagaman tersebut dinilai sebagai anugerah sekaligus kekuatan besar yang harus terus dijaga bersama.
“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang aman, damai, dan maju,” katanya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda. Pemerintah berharap generasi muda Mimika tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, disiplin, cinta tanah air, menghormati keberagaman, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Selain itu, pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa dinilai sangat penting untuk diwariskan kepada generasi penerus. Dengan memahami sejarah, masyarakat akan memiliki rasa bangga sebagai bangsa Indonesia sekaligus memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui kegiatan koordinasi tersebut, pemerintah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat lokal.
“Marilah kita bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat bela negara demi terwujudnya Mimika yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” demikian pesan Bupati.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Amelda M. Rumayomi, mengatakan peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, lembaga kemasyarakatan, berbagai paguyuban dan kerukunan, forum keagamaan, hingga forum-forum kewaspadaan yang ada di Kabupaten Mimika.
Menurut Amelda, sosialisasi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kesbangpol Mimika sebagai upaya menjaga dan memperkuat rasa nasionalisme di tengah masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya cinta tanah air, bela negara, dan nasionalisme. Di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai tersebut perlahan mulai terkikis, sehingga perlu terus dilakukan penguatan melalui sosialisasi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dapat menjadi agen penyebar informasi di lingkungan masing-masing.
“Harapan kami, ilmu dan pemahaman yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada peserta saja, tetapi dapat diteruskan kepada anggota organisasi, komunitas, kerukunan, forum-forum masyarakat, maupun teman-teman di sekolah sehingga semangat cinta tanah air terus tumbuh dan menyebar luas,” katanya.
Kegiatan yang digelar Kesbangpol Mimika tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Dandim Mimika dan Kapolres Mimika, yang memberikan materi terkait wawasan kebangsaan, bela negara, serta pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas keamanan di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Mimika berharap semangat nasionalisme, toleransi, dan persaudaraan dapat terus tumbuh sehingga Mimika tetap menjadi daerah yang harmonis dalam keberagaman dan kuat dalam menjaga persatuan bangsa.(**)


































Discussion about this post