TIMIKA, jurnalpapua.id
Tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (16/8/2026).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, kontak senjata terjadi ketika Satgas TNI melakukan patroli sekaligus pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diketahui berada di kawasan hutan tersebut.
Menurut Lucky, prajurit TNI sebelumnya telah meminta kelompok tersebut untuk menyerahkan diri. Namun, imbauan itu tidak diindahkan dan kelompok tersebut disebut justru melepaskan tembakan ke arah prajurit.
“Ketika kami mendekati mereka dan melihat mereka, kami mengimbau untuk menyerahkan diri. Tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM,” kata Lucky dalam keterangannya di Timika.
Lucky menyebut, setelah kontak senjata berlangsung, sejumlah anggota kelompok tersebut melarikan diri ke dalam hutan. Jasad tiga orang yang tewas kemudian dibawa oleh anggota kelompok lainnya.
Dalam penyisiran di sekitar lokasi kontak senjata, Satgas TNI juga mengamankan delapan pucuk senjata api beserta sejumlah amunisi.
Lucky mengatakan, senjata-senjata tersebut diduga akan digunakan untuk melakukan gangguan keamanan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menegaskan, operasi yang dilakukan personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III mengacu pada ketentuan hukum dan aturan pelibatan atau Rules of Engagement (ROE).
“Operasi dilaksanakan secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia,” ujarnya.
Lucky menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap setiap aksi bersenjata yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.
“Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera,” ujar Lucky.
Pangkogabwilhan III memastikan TNI akan terus melakukan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Langkah tersebut, kata dia, dilakukan dengan dukungan serta koordinasi bersama unsur pemerintah dan masyarakat.(**)










































Discussion about this post