TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya penguatan kesadaran bela negara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui disiplin, integritas, profesionalisme, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, Ananias Faot, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika di Hotel Cenderawasih, SP2, Timika, Rabu (21/10/2026).
Ananias mengatakan, bela negara bukan semata-mata menjadi tugas TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara yang diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Bela negara bukan semata-mata tugas TNI dan Polri, bukan pula hanya berkaitan dengan mengangkat senjata. Bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara yang diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Ananias, bagi ASN, implementasi bela negara dapat dilakukan dengan menaati aturan, menjaga integritas, meningkatkan kualitas kerja, serta memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia menilai, ASN memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus tercermin dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Ananias juga menyoroti keberagaman masyarakat Mimika yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Keberagaman tersebut, kata dia, harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi pemicu perpecahan.
Ia mengajak seluruh peserta FGD menjadi pelopor persatuan, menjaga kerukunan, dan berperan aktif menciptakan perdamaian di lingkungan masing-masing.
“Jangan sampai perbedaan kepentingan, kesalahpahaman, maupun informasi yang belum terverifikasi menimbulkan konflik yang merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh situasi. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, menurutnya, perlu diselesaikan melalui dialog, musyawarah, penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang selaras dengan hukum, serta mekanisme penyelesaian yang sah.
Ananias berharap pembinaan kesadaran bela negara yang dilaksanakan Kesbangpol tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui program konkret dan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan perangkat daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan.
Ia menegaskan, persatuan dan stabilitas sosial merupakan modal penting bagi keberhasilan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat. Semangat bela negara harus menjadi bagian dari karakter masyarakat Mimika dan landasan dalam setiap pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Lodik Kaize, menjelaskan bahwa FGD tersebut merupakan bagian dari penyusunan program kerja bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, dan sejarah kebangsaan.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap tanah air berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, membentuk ASN yang profesional dan berintegritas, serta memperkuat komitmen aparatur dalam menjadikan pelayanan publik sebagai wujud nyata bela negara.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan dan penyelenggaraan pemerintahan, termasuk penyebaran berita bohong, radikalisme, dan korupsi.
Lodik menyebutkan, kegiatan itu diikuti sekitar 200 ASN di Kabupaten Mimika. Para peserta mengikuti pemaparan materi dan diskusi untuk memperkuat pemahaman serta penerapan nilai-nilai bela negara dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Mimika berharap kesadaran bela negara semakin melekat dalam diri setiap ASN dan diwujudkan melalui kinerja yang profesional, pelayanan publik yang berkualitas, serta komitmen menjaga persatuan dan stabilitas daerah.(**)





















































Discussion about this post