JILA, jurnalpapua.id
Aksi kekerasan bersenjata kembali terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (18/8/2026). Setelah kontak senjata pada Senin (17/8), kelompok bersenjata yang diduga OPM kembali melakukan aksi yang mengakibatkan warga sipil menjadi korban.
Informasi yang diperoleh jurnalpapua.id menyebutkan, sedikitnya 9 perempuan atau gadis-gadis diduga dibawa dan disandera oleh kelompok tersebut. Selain dugaan penyanderaan, seorang warga sipil dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak.
Korban meninggal disebut merupakan seorang ibu yang sebelumnya marah dan melakukan protes karena anak perempuannya diduga dibawa oleh kelompok bersenjata tersebut.
Dalam aksi itu, satu warga lainnya dilaporkan mengalami patah kaki setelah diduga didorong atau dilempar ke jurang. Korban tersebut masih hidup dan kemudian berhasil dievakuasi oleh masyarakat.
Kepala Distrik Jila, Enos Lokobal, membenarkan adanya informasi mengenai sejumlah perempuan yang diduga dibawa oleh kelompok bersenjata. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut karena belum melihat langsung kondisi para korban.
“Ada 9 warga, gadis-gadis yang dibawa oleh OPM. Tapi itu antara benar dan tidak, karena saya belum lihat,” kata Enos saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat dikonfirmasi jurnalpapua.id membenarkan kejadian itu.
“Terkonfirmasi jelas dari Kapolsek Jila,” ujarnya.
Hingga Rabu malam, aparat masih melakukan pengecekan dan pendalaman terhadap informasi dugaan penyanderaan tersebut. Kondisi sembilan perempuan yang disebut-sebut dibawa oleh kelompok bersenjata itu juga belum dapat dipastikan.(**)






































Discussion about this post