TIMIKA, jurnalpapua.id
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Haris Sudarmono, menyambut baik rencana pemanfaatan dan penyerapan pangan lokal untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mimika.
Haris mengatakan, kebijakan tersebut dinilai dapat membantu petani mengatasi persoalan pemasaran hasil pertanian, terutama setelah masa panen.
“Setelah produksi meningkat, masyarakat justru agak kesulitan dalam memasarkan produknya. Karena itu, kami sangat berterima kasih dengan adanya rencana pengambilan pangan lokal untuk kebutuhan MBG,” kata Haris saat ditemui wartawan di Hotel Cartenz Timika, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, selama ini pihaknya mendorong peningkatan produksi pertanian melalui berbagai program kepada petani. Namun, persoalan kerap muncul ketika hasil panen melimpah dan tidak seluruhnya terserap pasar.
Haris menjelaskan, kondisi tersebut membuat petani kembali meminta pemerintah membantu mencarikan pasar bagi hasil produksi mereka.
“Petani setelah panen kurang terserap oleh pasar. Mereka kemudian kembali kepada dinas yang memberikan program dan meminta dicarikan pasar,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penyerapan hasil pertanian selama ini juga telah dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika. Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh hasil produksi petani belum dapat terserap.
Karena itu, Haris berharap adanya kebijakan pemerintah pusat terkait pemanfaatan pangan lokal melalui program MBG dapat memperluas pasar bagi produk pertanian lokal di Mimika.
Menurut dia, pangan lokal yang perlu dikembangkan tidak hanya beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan lainnya yang dihasilkan petani setempat.
“Pangan itu bukan hanya beras. Pangan lokal juga merupakan bagian dari ketahanan pangan yang harus kita jaga,” katanya.
Haris menambahkan, penyerapan dan pemasaran pangan lokal di Mimika sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun. Dinas Ketahanan Pangan, kata dia, turut membantu memasarkan hasil pertanian melalui kios pangan, pasar murah hingga pasar keliling.
“Dinas Ketahanan Pangan hampir setiap hari menampung hasil pertanian dan memasarkannya melalui berbagai kegiatan,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, petani dan pengelola program MBG dapat semakin diperkuat sehingga peningkatan produksi pertanian di Mimika diikuti dengan kepastian pasar.
Dengan demikian, program peningkatan produksi yang diberikan kepada petani tidak berhenti pada tahap panen, tetapi berlanjut hingga hasil pertanian terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(**)










































Discussion about this post