TIMIKA – jurnalpapua.id
Menyikapi proses rekruitmen tenaga kerja di beberapa perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mimika yang dinilai tidak transparan, APELCAMI (Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua) akhirnya angkat suara.
Berdasarkan rilis yang dikirim ke redaksi Jurnal Papua, Kamis (14/5/2026) menyampaikan kritikan mereka yakni bukan hanya terkait pelatihan kompetensi melainkan penyerapan tenaga kerja ke seluruh perusahaan subkontraktor di bawah PT. Freeport Indonesia yang terkesan selama ini tertutup dan sering mengunakan sistem orang dalam atau ORDAL,
Apa tujuan dari program pelatihan sertifikasi kompetensi yang sering di buat mengunakan dana Otsus tapi setelah Training tidak ada penyerapan tenaga kerja lokal?
Kesulitan yang dihadapi pencaker lahir besar Timika (LaBeTi), anak besar Papua (LaBePa) dan mereka sudara-sudara kita yang Non Papua tapi sudah lama berdomisili di kabupaten ini, tapi juga mengalami hal yang sama, sulit mendapatkan kesempatan kerja, padahal ada banyak ratusan kontraktor yang berada di bawah PT. Freeport Indonesia.
Itukan jadi pertanyaan?” Jadi sekali lagi sertifikasi kompetensi tidak menjamin kami anak-anak lokal untuk mendapatkan pekerjaan kalo sistem perekrutan yang selama ini di terapkan masih mengunakan sistem nepotisme.
Dan ada banyak persoalan yang harus di cermati, ada kendala secara teknis yang menjadi poin penting untuk pemerintah, baik Eksekutif dan Legislatif untuk mencari solusi yaitu regulasi PERDA yang memihak pada pencaker lokal dan penertiban subkontraktor yang berada di Kabupaten Mimika dan juga kontraktor yang tidak berkantor di Mimika tapi sering rekrut karyawan atau kontraktor siluman.
Kami asosiasi punya beberapa point penting perna sudah di bahas saat RDP tangal 6 Mei 2026 waktu lalu di ruang serbaguna DPRK Mimika, tapi sayangnya hanya Disnaker yang dihadirkan. Kami berharap RDP kedua segera di lakukan biar hadirkan semua pihak agar persoalan ini kami buka secara umum akar persoalan pengangguran yang terjadi di kabupaten ini.
Sesuai dengan pernyataan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr Velix Vernando Wanggai, yang menyatakan bahwa persoalan terkait masalah pencaker harus di awasi baik dari hulu sampai ke hilir.
APELCAMI lebih memprioritaskan dan mendorong anak-anak asli Amungme dan Kamoro juga 5 suku kerabat untuk tetap maju konsisten agar terkesan nantinya kami tidak dicap menjual mama mereka untuk menjadi objek semata, namun wadah ini kami bekerja dengan hati yang tulus ikhlas, kami adalah ream relawan APELCAMI.
Harapan kami agar bisa membantu pemerintah mencari solusi bukan untuk mendikte, dan juga ketika pengangguran di Mimika berkurang sudah jelas Pendapatan Asli Daerah pun meningkat, dan angka kriminalitas jadi menurun serta peredaran uang semakin lancar agar mengangkat perekonomian rakyat terutama mama-mama Papua yang jualan sayur, pinang di pinggiran jalan tidak susah lagi karena daya beli besar.
Timika 14 Mei 2026, Koordinator HUMAS/MEDIA APELCAMI (Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua) Yan Akobiarek




































Discussion about this post