TIMIKA – jurnalpapua.id
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai memanfaatkan ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 untuk memperkenalkan berbagai produk olahan buah merah khas Papua kepada masyarakat luas. Melalui partisipasinya dalam pameran UMKM, Deiyai ingin menunjukkan bahwa buah merah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi besar sebagai produk kesehatan dan ekonomi.
Pameran UMKM tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 2-4 Juli 2026, di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, dengan menghadirkan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Papua Tengah.
Penanggung jawab Kontingen Dekranasda Kabupaten Deiyai, Pebur Mote, mengatakan keikutsertaan Deiyai dalam TIFA 2026 bertujuan memperkenalkan manfaat buah merah kepada masyarakat sekaligus mempromosikan produk-produk lokal hasil olahan UMKM Sadaka.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa buah merah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan produk-produk olahan asli Deiyai agar semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas,” ujar Pebur Mote saat ditemui di lokasi pameran, Jumat (3/7/2026).
Melalui UMKM Sadaka, Deiyai menghadirkan berbagai produk unggulan berbahan dasar buah merah (Pandanus conoideus), di antaranya minyak buah merah, keripik ugubo buah merah, saus buah merah, hingga saus untuk tahu. Seluruh produk dibuat menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia berbahaya maupun pengawet.
Menurut Pebur, buah merah merupakan tanaman endemik Papua yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mee di Kabupaten Deiyai. Selain dikonsumsi sebagai sumber pangan, buah merah juga diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Ia menjelaskan, buah merah dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti betakaroten (provitamin A), vitamin E (tokoferol), asam lemak esensial Omega-3, Omega-6, dan Omega-9, protein, serta berbagai mineral, termasuk kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, dan seng.
Berdasarkan informasi yang dipaparkan UMKM Sadaka, kandungan nutrisi tersebut dipercaya bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, membantu mencegah anemia, serta melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski demikian, Pebur menegaskan bahwa klaim manfaat buah merah sebagai agen antikanker masih mengacu pada hasil penelitian awal dan tetap memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut.
Selain memperkenalkan manfaat kesehatan buah merah, Dekranasda Deiyai juga ingin mengangkat potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk lokal berbasis sumber daya alam Papua.
“Setiap produk yang dibeli masyarakat tidak hanya mendukung UMKM, tetapi juga ikut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Deiyai. Karena itu kami terus berupaya mengembangkan produk lokal yang berkualitas dan memiliki daya saing,” katanya.
Melalui slogan “Dari Alam, Oleh Masyarakat, Untuk Deiyai”, UMKM Sadaka berkomitmen mengolah kekayaan alam Papua menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memperluas pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Keikutsertaan Dekranasda Deiyai dalam TIFA 2026 diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan potensi buah merah Papua kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.(**)






































Discussion about this post