TIMIKA – jurnalpapua.id
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengungkap hasil operasi pengamanan Semester I Tahun 2026 di kawasan timur Indonesia. Dalam operasi yang berlangsung di delapan provinsi, aparat TNI berhasil menyita puluhan senjata api, ribuan batang tanaman ganja, ratusan butir amunisi, hingga menggagalkan berbagai aktivitas penyelundupan melalui jalur laut, darat, dan udara.
Capaian tersebut dipaparkan Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, dalam konferensi pers yang dihadiri jajaran petinggi TNI, di antaranya Kaskogabwilhan III, Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangdam XVIII/Kasuari, Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Pangkoarmada III, Pangkoopsud III, Danpasmar III, Pangkoops Habema, serta sejumlah pejabat TNI lainnya.
Menurut Lucky, operasi mencakup wilayah Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, dan Maluku Utara sebagai bagian dari upaya menjaga pertahanan dan kedaulatan negara.
“Ini merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus pertanggungjawaban kami dalam pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara,” ujarnya.
Di sektor laut, TNI mengungkap berbagai aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur perairan sebagai rute penyelundupan. Salah satunya adalah dugaan pengiriman senjata api yang diduga akan dipasok kepada kelompok bersenjata yang oleh pemerintah disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM). Selain itu, aparat juga membongkar praktik illegal ship-to-ship transfer bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan satwa dilindungi, hasil laut, narkotika, serta mengungkap 24 kasus peredaran minuman keras ilegal.
Sementara itu, pengamanan wilayah udara juga berhasil menggagalkan sejumlah pelanggaran penerbangan yang melibatkan pesawat asing maupun pesawat yang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin.
Di wilayah darat, khususnya kawasan perbatasan, aparat menemukan hampir 3.000 batang tanaman ganja. Selain itu, TNI turut menyita 47 pucuk senjata api, 92 senapan angin modifikasi yang dapat menggunakan amunisi tajam, sekitar 800 butir amunisi berbagai kaliber, sejumlah senjata tradisional, alat komunikasi, uang tunai sekitar Rp36 juta, serta berbagai perlengkapan lain yang disebut digunakan oleh kelompok OPM.
Lucky menambahkan, keberhasilan operasi juga mencakup penyerahan sejumlah senjata rakitan maupun senjata standar dari masyarakat di wilayah Kodam XV/Pattimura, Maluku.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan timur Indonesia.
“Kami akan terus meningkatkan patroli, pengawasan wilayah darat, laut, dan udara, memperkuat kerja sama dengan instansi terkait, serta menutup seluruh celah yang dimanfaatkan jaringan kriminal maupun kelompok bersenjata yang mengancam masyarakat sipil,” tegasnya.
Terkait asal-usul senjata yang berhasil diamankan, Lucky mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami jalur penyelundupannya. Berdasarkan indikasi awal, senjata tersebut diduga berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri sehingga pengawasan di jalur perairan akan semakin diperketat.
“Ada indikasi masuknya senjata berasal dari luar maupun dari dalam. Ini menjadi perhatian kami. Kami akan terus melakukan penyekatan karena satu butir amunisi saja bisa menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Selain memperketat pengamanan, TNI juga akan memperkuat kehadiran aparat di wilayah-wilayah yang masih minim pelayanan negara. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus memastikan pembangunan dan pelayanan pemerintah menjangkau daerah-daerah terpencil.
“Kami ingin masyarakat merasa aman, terlindungi, dan mendapatkan pelayanan yang baik sehingga lahir generasi penerus yang menjadi pemimpin masa depan Papua,” tutup Lucky.(**)







































Discussion about this post