TIMIKA – jurnalpapua.id
Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, menilai besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun harus diikuti dengan hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Arifin, Mimika memiliki modal besar untuk menjadi salah satu daerah paling maju di Tanah Papua karena didukung kekayaan sumber daya alam dan kemampuan fiskal yang kuat. Namun, di lapangan masih ditemukan berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat.
“Rakyat tidak melihat pembangunan dari besarnya angka APBD, tetapi dari manfaat yang mereka rasakan setiap hari,” kata Arifin.
Ia menyoroti masih adanya jalan lingkungan yang rusak, persoalan sampah yang belum tertangani secara maksimal, fasilitas umum yang belum dimanfaatkan secara optimal, hingga sejumlah proyek yang penyelesaiannya berlangsung cukup lama.
Kondisi tersebut, menurutnya, memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran daerah yang begitu besar.
Arifin mengatakan masyarakat berhak mengharapkan pelayanan publik yang semakin baik seiring besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Karena itu, ia mendorong agar setiap program pembangunan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Program yang besar tidak akan berarti apabila tidak menyentuh kebutuhan rakyat. Gedung yang megah juga tidak akan memiliki nilai jika tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menilai pemerintah perlu memperkuat transparansi, meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program, serta melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek yang dinilai belum memberikan manfaat maksimal.
Menurut Arifin, pembangunan tidak boleh berhenti pada seremoni peletakan batu pertama, tetapi harus berakhir pada manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Mimika memiliki semua potensi untuk menjadi daerah maju. Yang dibutuhkan sekarang adalah tata kelola pemerintahan yang efektif, perencanaan yang tepat sasaran, dan komitmen agar setiap rupiah dari APBD benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak menuntut kemewahan, melainkan menginginkan hasil pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung, seperti jalan yang layak, sekolah yang berkualitas, layanan kesehatan yang mudah diakses, lingkungan yang bersih, serta fasilitas publik yang berfungsi dengan baik.
“Keberhasilan pembangunan bukan diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat. Itu yang hingga kini masih menjadi harapan banyak masyarakat Mimika,” tutup Arifin.(**)







































Discussion about this post