TIMIKA – jurnalpapua.id
Tenaga medis Rumah Sakit Waa Banti, Distrik Tembagapura meminta agar segera dievakuasi ke Timika. Hal ini disebabkan bencana longsor yang terus terjadi, sehingga membuat akses jalan dari Mile 68 ke Kampung Waa Banti tidak bisa dilalui kendaraan.
Hingga Senin malam, pukul 23.15 WIT, kondisi serupa masih terjadi, yang membuat tenaga medis merasa cemas dan ketakutan, pasalnya hujan terus mengguyur lokasi setempat membuat longsoran kecil terus terjadi yang mengarah ke rumah sakit.
Salah satu warga Kampung Waa Banti kepada Jurnal Papua menjelaskan, bahwa mereka kini sedang dalam keadaan panik, mengingat longsor terus terjadi, bahkan jembatan satu-satunya penghubung antara Mile 68 dan Waa Banti kini sedang dalam kondisi darurat.
“Kami takut karena longsor depan rumah sakit mulai dari kemarin, yang akhirnya menimbulkan retak di tanah. Terus tadi sore mulai hujan deras lagi dan tanah yang sudah retak-retak itu mulai turun pelan-pelan,” ujarnya.
Mereka kini dalam keadaan dilema untuk meninggalkan rumah sakit, karena masih ada pasien yang sedang dirawat. Maka dari itu, mereka meminta kepada pemerintah dan pihak perusahaan untuk bisa segera mengevakuasi mereka bersama pasien turun ke Timika.
“Kami sangat prihatin sama teman-teman yang lain, sudah tiga malam tidak tidur, dan pagi harus pelayanan, ditambah mereka harus pikul makanan dari jalan yang putus sekitar 3 KM pulang pergi,” paparnya.
Juga dikatakan, bahwa akses perbaikan dari pemerintah distrik dan perusahaan belum sampai ke lokasi rumah sakit, mengingat terdapat titik longsor yang membuat akses jalan terputus.
“Disini belum ada perbaikan, karena ada akses jalan yang terputus sehingga alat berat dan timbunan belum ada yang sampai ke sini. Kami minta untuk segera dievakuasi ke Timika,” imbuhnya. (**)





































Discussion about this post