TIMIKA – jurnalpapua.id
Perhelatan turnamen minisoccer Kapolda Papua Tengah Cup resmi ditutup Minggu (26/4/2026), dan tim SMP SATP FC dinobatkan sebagai champion/pemenang dan berhak menerima trophy dan uang pembinaan Rp.20 juta.
Selain menjadi juara pertama, prestasi membanggakan lainnya juga berhasil mereka raih, yakni best player oleh Martinus Irahewa dan top score oleh Septianus Aim dengan total 20 gol.
Babak final yang digelar di Goldstone Arena Jalan Irigasi berlangsung sengit dan menegangkan, di mana Tim SMP SATP berhasil mengalahkan lawannya SMPN 4 Mimika dengan skor akhir 2-0.
Dua gol kemenangan ini dicetak oleh Rio Beanal dan Martinus Irahewa. Pelatih Tim SMP SATP, Leman Rowa disela-sela kegiatan mengaku, kemenangan hari ini adalah berkat anugerah Tuhan dan hasil kerja keras timnya.
Menurutnya, pertandingan Kapolda Cup Mini Soccer 2026 baru pertama kali dilaksanakan sehingga pihaknya terus konsisten dalam melaksanakan latihan.
“Anak-anak hanya mengikuti latihan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Meski begitu, komitmen dan disiplin adalah yang utama sehingga mereka bisa bermain dengan baik dan mampu meraih juara,” katanya.
Sedangkan Pelatih Tim SATP, Arnold Nakiaya mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur karena Kapolda Papua Tengah telah menyelenggarakan turnamen ini.
“Saya berharap kedepannya turnamen seperti ini dapat terlaksana lagi untuk mengasah bakat anak-anak di usia dini. Dan sekali terima kasih kepada bapak Kapolda Papua Tengah,” tuturnya.
Sementara itu Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini mengaku sangat bersyukur karena melihat kualitas para peserta yang sangat luar biasa.
“Kualitas anak-anak SMP dalam Cabor sepakbola ini sangat luar biasa. Saya juga sangat mengapresiasi antusias orang tua untuk mendukung anak-anaknya dalam menyalurkan bakat olahraga melalui cabang sepak bola ini,” terangnya.
Kapolda berharap, ke depan pemerintah daerah dan pemerhati olahraga sepak bola di Kabupaten Mimika bisa menggelar secara rutin seperti ini, sehingga anak-anak ini secara positif menyalurkan hobinya melalui cabang olahraga sepak bola.
“Saya punya mimpi anak-anak usia 10, 12, 15 tahun kita kirim ke level nasional. Sebab kalau tingkat lokal saya pikir tidak ada kompetitor tapi kalau kita kirim ke level nasional mungkin akan berbeda. Itu adalah mimpi saya, mudah-mudahan dengan penyelenggaraan kali ini bisa menginspirasi dan mengawali langkah berikutnya untuk sepak bola dari Kabupaten Mimika,” jelasnya.
Ditambahkannya, dirinya akan menggelar satu kali lagi turnamen seperti ini di momen HUT Bhayangkara.
“Kita akan gelar dan saya siap untuk mengkoordinator semua kegiatan sepak bola ini,” tambahnya.(**)





































Discussion about this post