TIMIKA – jurnalpapua.id
Kepolisian Resor Mimika menilai meningkatnya sejumlah kasus kriminalitas di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni peredaran minuman keras (miras) ilegal dan kondisi ekonomi masyarakat.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengatakan bahwa tingginya angka tindak kejahatan memiliki keterkaitan dengan peredaran miras yang tidak terkendali di tengah masyarakat.
Menurutnya, berbagai tindak kriminal yang terjadi belakangan ini kerap melibatkan pelaku yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Karena itu, pengawasan terhadap distribusi miras, khususnya yang ilegal, menjadi salah satu fokus penanganan aparat kepolisian.
“Peningkatan kriminalitas tentu memiliki korelasi dengan peredaran miras ilegal yang tidak terkontrol,” ujar Billyandha di Timika, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa keberadaan minuman beralkohol tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, namun peredarannya harus diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain faktor miras, Kapolres juga menyoroti kondisi ekonomi yang dinilai turut berkontribusi terhadap munculnya berbagai tindak kejahatan. Tekanan ekonomi, kata dia, dapat menjadi salah satu pemicu seseorang melakukan tindakan melanggar hukum.
Untuk menekan angka kriminalitas, Polres Mimika tidak hanya mengedepankan langkah penegakan hukum, tetapi juga pendekatan preventif melalui kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.
Berbagai program olahraga seperti turnamen sepak bola, pertandingan bulu tangkis, hingga lomba lari disiapkan sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan bakat mereka ke arah yang lebih produktif.
“Kami berupaya meminimalisir potensi terjadinya tindak kriminal dengan menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya kalangan muda,” katanya.
Sejumlah kasus yang menonjol di Mimika dalam beberapa bulan terakhir antara lain pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian hewan ternak, hingga pencurian dengan kekerasan.
Polisi berharap upaya pengawasan peredaran miras, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif dapat membantu menekan angka kriminalitas di daerah tersebut.(**)


































Discussion about this post