TIMIKA – jurnalpapua.id
Satuan Samapta Polres Mimika terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah Kampung Amole, Kelurahan Harapan, Distrik Kwamki Narama, Kamis (2/7/2026), guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif pascaperdamaian perang suku.
Kegiatan dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Mimika, IPTU Frangki Tethool, S.E., M.H., didampingi Kanit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) IPTU Reky Kayadoe bersama 12 personel Sat Samapta.
Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan permukiman warga di Distrik Kwamki Narama. Personel juga melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan kamtibmas, seperti masyarakat yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol, kepemilikan senjata tajam, serta lokasi-lokasi yang masuk dalam peta kerawanan Sat Samapta Polres Mimika.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi dan pengecekan personel di Mapolres Pelayanan Mimika. Selanjutnya, personel melakukan monitoring rapat penyelesaian permasalahan honor dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) aparat Kampung Lamopi yang berlangsung di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mimika, Jalan Poros SP2–SP5. Pengamanan dilakukan bersama personel Polsek Kwamki Narama yang dipimpin Kapolsek IPTU Yusak Sawaki.
Usai melakukan pemantauan rapat, personel Sat Samapta melanjutkan patroli dialogis di wilayah Kwamki Narama, khususnya di kawasan Kubu Atas (Newegalem) dan Kubu Bawah (Dang). Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tidak membawa senjata tajam di jalan maupun di tempat-tempat umum seperti kios, kantor distrik, dan puskesmas.
Polisi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan yang telah kondusif pascaperdamaian perang suku serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah tanpa mengedepankan kekerasan.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di seluruh lokasi terpantau aman dan terkendali. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas, sehingga aktivitas warga dapat berlangsung dengan lancar.(**)






































Discussion about this post