TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan musik tradisional bagi generasi muda suku Amungme dan Kamoro. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 14-17 Juli 2026, di Hotel Cartenz, Timika, Papua Tengah.
Pelatihan dibuka Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Mimika Ananias Faot. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Mimika Elisabet Cenawatme, narasumber, perwakilan organisasi perangkat daerah, dan peserta pelatihan.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Mimika Daniel Orun mengatakan pelatihan digelar sebagai upaya melestarikan musik tradisional Papua yang dinilai memiliki nilai sejarah, identitas, dan kearifan lokal. Menurut dia, generasi muda perlu dibekali kemampuan memainkan alat musik tradisional sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Pelatihan ini bertujuan melahirkan pemusik lokal yang kompeten, mencintai budayanya sendiri, serta mampu melestarikan musik tradisional Papua,” kata Daniel.
Selama empat hari, peserta akan mengikuti pembelajaran teori dan praktik, baik secara individu maupun kelompok. Pada akhir kegiatan mereka dijadwalkan menampilkan pertunjukan sebagai bagian dari evaluasi hasil pelatihan.
Daniel menjelaskan kegiatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025–2045, serta Peraturan Bupati Mimika mengenai tugas dan fungsi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.
Dalam sambutannya, Ananias Faot mengatakan musik tradisional Papua tidak seharusnya hanya tampil dalam festival tahunan. Menurut dia, musik tradisional merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Papua yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menilai pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan memainkan alat musik tradisional, tetapi juga memperkenalkan filosofi, teknik, dan nilai budaya yang menyertainya. Karena itu, peserta diminta tidak malu memainkan musik tradisional Papua, tetap berinovasi dengan memadukan unsur tradisional dan modern tanpa menghilangkan ciri khas budaya, serta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat.
Ananias juga meminta para instruktur menanamkan kecintaan dan kebanggaan terhadap musik tradisional kepada peserta. Pemerintah Kabupaten Mimika, kata dia, akan terus mendukung pembinaan musik lokal dan membuka ruang bagi para pelaku seni untuk tampil dalam berbagai kegiatan daerah.
Menurut Ananias, berkurangnya minat generasi muda terhadap musik tradisional akibat perkembangan zaman menjadi tantangan yang harus dihadapi. Ia berharap pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga agar musik tradisional Papua tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.(**)






































Discussion about this post