TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan penyaluran bahan makanan atau bama bagi warga Distrik Jila yang terdampak gangguan keamanan. Distribusi bantuan masih menunggu ketersediaan transportasi udara.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan kebutuhan bantuan telah disiapkan pemerintah daerah. Namun, pengiriman ke Jila terkendala belum tersedianya pesawat.
“Kalau bantuan sudah kita lagi proses, hanya sekarang pesawatnya yang belum ada. Nanti kita dengar dari TNI, apakah ada pesawatnya,” kata Rettob kepada wartawan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Rettob, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan TNI dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan bantuan dapat segera dikirim ke Jila.
Kondisi geografis Jila yang berada di wilayah pegunungan membuat distribusi bantuan sangat bergantung pada transportasi udara. Pemerintah berharap dukungan pesawat dapat segera tersedia sehingga kebutuhan pokok warga tidak semakin tertunda.
Rettob mengatakan Pemkab Mimika bersama Forkopimda juga akan menyampaikan perkembangan situasi keamanan di wilayah pegunungan melalui jumpa pers.
“Saat ini tantangan utama adalah ketersediaan pesawat untuk mengangkut bantuan ke daerah Jila yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Rencana penyaluran bama tersebut dilakukan setelah situasi keamanan di Jila terganggu akibat serangkaian aksi kekerasan. Sebelumnya, aparat keamanan melaporkan adanya dugaan penyanderaan terhadap sejumlah warga di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap bantuan dapat segera tiba dan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak. Koordinasi dengan TNI, Polri, dan unsur Forkopimda terus dilakukan untuk mendukung distribusi bantuan sekaligus menjaga keamanan wilayah.(**)







































Discussion about this post