TIMIKA, jurnalpapua.id
Di tengah terhentinya pelayanan kesehatan akibat gangguan keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, secercah harapan masih tersedia bagi masyarakat. Tim medis Satgas TNI Yonif 133/Yudha Sakti yang bertugas di wilayah tersebut kini ikut menjadi tumpuan warga untuk memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dasar.
Pelayanan Puskesmas Jila belum dapat berjalan normal setelah Pemerintah Kabupaten Mimika mengevakuasi tenaga kesehatan, guru, serta sejumlah aparatur pemerintah dari Jila ke Timika menyusul insiden penembakan pada 17 Agustus 2026.
Kepala Distrik Jila, Enos Lokobal, kepada jurnalpapua.id mengatakan, meskipun tenaga kesehatan pemerintah sementara ditarik dari Jila, masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan dasar masih dapat memperoleh pelayanan dari tim medis Satgas TNI yang berada di wilayah tersebut.
Menurut Enos, kehadiran personel kesehatan Satgas sangat membantu masyarakat di tengah situasi sulit saat ini. Terlebih, sebagian warga kini masih terkonsentrasi di ibu kota Distrik Jila dan belum dapat menjalankan aktivitas secara normal akibat pertimbangan keamanan.
Enos menyampaikan terima kasih kepada Satgas TNI dari Yonif 133/Yudha Sakti yang untuk sementara membantu meng-cover pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama tenaga kesehatan Puskesmas Jila belum kembali bertugas.
Bagi masyarakat Jila, keberadaan tim medis Satgas menjadi penting karena akses pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan tersebut terbatas. Ketika tenaga medis pemerintah harus dievakuasi demi keselamatan, pelayanan kesehatan yang diberikan Satgas setidaknya memastikan warga masih memiliki tempat untuk memperoleh pertolongan dan pemeriksaan dasar apabila mengalami gangguan kesehatan.
Nakes Dievakuasi Menggunakan Helikopter TNI AU
Evakuasi dilakukan setelah situasi keamanan di Jila memanas pada Senin, 17 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, sembilan tenaga kesehatan yang saat itu berada di Jila berhasil dievakuasi ke Timika pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Proses evakuasi mendapat dukungan TNI Angkatan Udara setelah penerbangan sipil terkendala pertimbangan keamanan. Para tenaga kesehatan bersama Kepala Distrik, sejumlah staf pemerintahan dan guru diterbangkan menggunakan helikopter ke Timika.
Bupati Mimika Johannes Rettob sebelumnya juga menegaskan bahwa penarikan para pelayan publik tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan mereka. Pemerintah akan mengembalikan tenaga kesehatan, guru dan aparatur pemerintahan ke Jila setelah situasi benar-benar aman dan kondusif.
Akibat evakuasi itu, pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan di Jila untuk sementara tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Satgas Tak Hanya Menjaga Keamanan
Keterlibatan personel Yonif 133/Yudha Sakti dalam pelayanan kesehatan masyarakat bukan hal baru di wilayah penugasannya di Mimika.
Pada Juni 2026, personel Satgas Yonif 133/Yudha Sakti melalui Pos Jita juga pernah memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis secara dari rumah ke rumah bagi masyarakat Kampung Sempan Timur, Distrik Jita.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa selain menjalankan tugas pengamanan, personel Satgas juga memiliki unsur kesehatan yang dapat memberikan pelayanan medis dasar kepada masyarakat di wilayah penugasan.
Peran tersebut kini menjadi semakin terasa di Jila. Di tengah kondisi Puskesmas yang belum beroperasi normal, keberadaan tim medis Satgas menjadi salah satu penyangga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Situasi keamanan Jila sendiri berubah setelah terjadi kontak tembak pada 17 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, kontak tembak melibatkan personel Posramil Jila Kodim 1710/Mimika bersama Satgas Pengamanan Objek Vital Yonif 133/Yudha Sakti dengan kelompok bersenjata yang oleh TNI disebut OPM.
Dalam kejadian tersebut, Pratu Rizki Kurniawan, prajurit Yonif 133/Yudha Sakti, gugur. Dua prajurit lainnya mengalami luka.
Peristiwa itu kemudian berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintah di Jila.
Berharap Jila Kembali Kondusif
Enos berharap kondisi keamanan segera pulih sehingga kehidupan masyarakat Jila dapat kembali berjalan normal.
Ia juga berharap tidak ada lagi gangguan maupun ancaman keamanan yang membuat tenaga kesehatan, guru dan aparatur pemerintah takut untuk kembali menjalankan tugas.
Bagi pemerintah distrik, pemulihan keamanan menjadi kunci agar Puskesmas dapat kembali memberikan pelayanan penuh, sekolah kembali dibuka, dan pelayanan pemerintahan dapat berjalan seperti sebelumnya.
Enos berharap para tenaga kesehatan, guru dan pegawai distrik dapat segera kembali ke tempat tugas apabila situasi telah dinyatakan aman.
Sembari menunggu kondisi tersebut, ia mengapresiasi keberadaan Satgas Yonif 133/Yudha Sakti, khususnya tim medis, yang tetap berada bersama masyarakat dan membantu menjaga agar kebutuhan pelayanan kesehatan dasar di Jila tidak benar-benar terputus.
Di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran tim medis Satgas kini bukan hanya menjadi bagian dari tugas pengamanan, tetapi juga menjadi harapan bagi warga Jila yang membutuhkan pertolongan kesehatan. (**)








































Discussion about this post