TIMIKA, jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan selama musim kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Mimika.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, S.IP., M.M.Kes, mengatakan kondisi kemarau panjang tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih, tetapi juga dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan.
Kondisi udara yang kering, debu serta kemungkinan munculnya kabut asap dapat memicu gangguan saluran pernapasan. Di sisi lain, kebiasaan masyarakat menampung air selama kekeringan juga berpotensi menciptakan tempat berkembang biaknya nyamuk apabila tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, Dinas Kesehatan Mimika mengajak masyarakat menerapkan langkah pencegahan secara bersamaan untuk melindungi kesehatan keluarga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah tempat penampungan air. Warga diminta tetap menerapkan prinsip 3M Plus, yakni rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air serta menyingkirkan atau mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat genangan.
Langkah tersebut penting untuk mencegah berkembangnya nyamuk yang dapat menularkan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.
Selain menjaga tempat penampungan air, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara berdebu atau terdapat kabut asap.
Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan partikel di udara yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk maupun gangguan pernapasan lainnya.
Dinkes Mimika juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan perlindungan dari gigitan nyamuk dengan menggunakan losion antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi maupun menggunakan kelambu ketika tidur.
Di tengah cuaca panas dan kering, masyarakat juga diminta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan memperbanyak konsumsi air putih yang aman dan cukup.
Kecukupan cairan diperlukan untuk mencegah dehidrasi, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, pekerja lapangan serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk atau asap semakin pekat. Pintu dan jendela dapat ditutup sementara untuk mengurangi masuknya asap dan debu, sembari tetap memastikan sirkulasi udara dalam rumah terjaga dengan baik.
Godfried mengingatkan bahwa pencegahan perlu dilakukan sejak dini karena dampak kekeringan terhadap kesehatan dapat terjadi secara bersamaan, mulai dari gangguan pernapasan, kekurangan cairan hingga meningkatnya risiko penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.
Dinas Kesehatan Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air secara bijak serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.
Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat melindungi masyarakat Mimika dari berbagai risiko kesehatan selama periode cuaca panas dan kekeringan.(**)








































Discussion about this post