TIMIKA, jurnalpapua.id
Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Mimika menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 IWSS di Hotel Cartenz Timika, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Semangat HUT IWSS dan Keteladanan Rasulullah SAW, Kita Kokohkan Silaturahmi dan Kiprah IWSS yang Mendunia.”

Acara dihadiri Sekretaris Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika, Firman Amali, para ketua pilar KKSS, unsur Kesbangpol, TP-PKK Mimika, Kementerian Agama, serta tamu undangan lainnya.
Hadir memberikan tausiyah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
Ketua panitia, Nadira Fadhiel, C.Ps., dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan HUT ke-49 IWSS yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan hasil keputusan Rapat Kerja (Raker) IWSS.

Menurutnya, peringatan HUT tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, silaturahmi dan kebersamaan seluruh anggota IWSS.
“Peringatan HUT tahun ini harus lebih bermakna, tidak hanya seremonial, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan,” ujarnya.

Nadira menjelaskan, seluruh pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari partisipasi dan sumbangan sukarela anggota IWSS Kabupaten Mimika.
Ia menyebut tidak ada donatur dari luar organisasi. Seluruh kebutuhan kegiatan dipenuhi melalui kebersamaan dan keikhlasan para anggota.

“Semua dari kita, oleh kita, dan untuk kebersamaan IWSS Kabupaten Mimika. Inilah bukti nyata bahwa IWSS itu solid dan memiliki rasa siri’ na pacce yang luar biasa,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua PC IWSS Kabupaten Mimika yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai ketua panitia, serta kepada seluruh anggota dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan.

Sementara itu, Ketua PC IWSS Kabupaten Mimika, Gustiati, SE., M.Pd., mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah mengajarkan kasih sayang, saling menghormati, persatuan, serta menjaga persaudaraan. Nilai-nilai tersebut harus kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam organisasi,” katanya.

Gustiati juga mengingatkan anggota IWSS agar bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyampaikan pendapat maupun berkomunikasi di ruang digital.
Menurutnya, setiap tulisan yang diunggah dapat menjadi rekam digital dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak disampaikan dengan baik.
“Jempolmu adalah tanggung jawabmu,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh anggota IWSS untuk berpikir terlebih dahulu sebelum mengunggah atau mengirim sesuatu di media sosial, serta memastikan setiap perkataan maupun tulisan tidak menyakiti atau menyinggung orang lain.
Dalam kehidupan organisasi, lanjut Gustiati, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola dengan bijaksana dan tetap mengedepankan persaudaraan.
“Organisasi yang besar bukanlah organisasi yang tidak memiliki perbedaan, tetapi organisasi yang mampu mengelola perbedaan dengan bijak demi menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Memasuki usia ke-49 tahun, Gustiati mengajak seluruh keluarga besar IWSS untuk terus merawat organisasi, menjaga persaudaraan dan meningkatkan kiprah IWSS agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, MUI Kabupaten Mimika, para pembina IWSS, serta keluarga besar IWSS di tingkat cabang dan ranting atas dukungan dan kebersamaan yang selama ini terjalin.
KKSS Tekankan Filosofi Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge
Sekretaris Umum KKSS Kabupaten Mimika, Firman Amali, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota IWSS untuk menghidupkan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan, khususnya sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge dalam kehidupan sehari-hari maupun berorganisasi.
Firman menjelaskan, sipakatau berarti saling memanusiakan manusia dengan menghargai dan menghormati sesama tanpa membedakan status sosial.
“Indikator bahwa kita sudah memanusiakan orang lain adalah ketika kita tidak merasa lebih hebat, lebih pintar, lebih unggul, atau lebih dari orang lain,” ujarnya.
Sementara sipakalebbi, kata dia, bermakna saling memuliakan dan menjaga kehormatan sesama. Setiap orang harus mampu menghargai orang lain dan tidak meremehkan kekurangan yang dimiliki.
Firman juga mengingatkan pentingnya menjaga aib dan kekurangan orang lain karena tidak ada manusia yang sempurna.
“Siapa yang memuliakan orang lain, artinya dia memuliakan dirinya sendiri. Sebaliknya, siapa yang merendahkan orang lain, berarti dia juga merendahkan dirinya sendiri,” katanya.
Sedangkan sipakainge berarti saling mengingatkan dan menasihati. Menurut Firman, manusia tidak luput dari kesalahan, baik dalam berbicara maupun bersikap.
Karena itu, saling mengingatkan harus dilakukan dengan cara yang baik, sekaligus membuka ruang untuk saling memaafkan ketika terjadi perbedaan maupun kesalahan.
Ia berharap ketiga filosofi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu memperkuat persaudaraan dan menghilangkan ego dalam berorganisasi.
“Kalau filosofi ini bisa kita aplikasikan dalam keseharian dan dalam berorganisasi, maka ego di hati akan hilang dan berganti dengan sikap saling menguatkan,” tuturnya.
Menurut Firman, nilai-nilai tersebut juga merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk nilai siri’ na pacce.
“Filosofi ini yang akan mengembalikan marwah kita sebagai orang Sulawesi Selatan, yaitu siri’ na pacce,” ujarnya.
MUI Dorong IWSS Mandiri dan Berdaya Saing
Dalam tausiyahnya, Ketua MUI Kabupaten Mimika, KH. Muh. Amin AR, menyampaikan sejumlah pesan kepada keluarga besar IWSS Mimika agar terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
Ia mendorong perempuan IWSS untuk mandiri secara ekonomi dengan memiliki penghasilan sendiri sehingga dapat ikut menopang perekonomian keluarga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan. Menurutnya, anggota IWSS harus terus meningkatkan pendidikan dan tidak mudah patah semangat dalam mengejar ilmu.
“Utamakan pendidikan agar bisa menjadi orang yang unggul,” pesannya.
KH. Muh. Amin juga mendorong IWSS untuk memiliki kepercayaan diri, berani mengambil keputusan dan mampu bersaing secara sehat.
Ia berharap IWSS mampu menunjukkan jati dirinya dan memberikan kontribusi positif di tengah keberadaan berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Mimika.
Pesan berikutnya adalah pentingnya kepedulian terhadap sesama. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat maupun organisasi hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan musyawarah.
“Mengatasi masalah tanpa masalah,” pesannya.
Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-49 IWSS dapat menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan serta mendorong IWSS agar semakin mandiri, berpendidikan, percaya diri dan peduli terhadap sesama.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan IWSS yang telah memasuki usia ke-49 tahun, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh tamu undangan dan keluarga besar IWSS Kabupaten Mimika.(**)










































Discussion about this post