TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI mulai membangun Balai Latihan Kerja (BLK) UMKM di Kabupaten Mimika.
Pembangunan fasilitas yang diarahkan menjadi pusat peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha masyarakat itu ditandai dengan peletakan batu pertama di Jalan Kilo 11, Kampung Kadun Jaya, Timika, Selasa (6/10/2026).
Pembangunan BLK UMKM tersebut merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Peletakan batu pertama dihadiri Staf Ahli Menteri UMKM RI Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital Dr Yulius, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasokan Usaha Mikro Kementerian UMKM RI Pristiyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Tengah Yuliten Makai yang mewakili Gubernur Papua Tengah, serta Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.
Staf Ahli Menteri UMKM RI Dr Yulius menegaskan, pembangunan BLK harus dibarengi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurut dia, program pengembangan UMKM tidak boleh berjalan secara parsial.
Ia menekankan agar pembangunan BLK tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain peningkatan keterampilan, Yulius mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas pasar UMKM. Ia juga menilai pembentukan klaster UMKM penting agar para pelaku usaha dapat terhubung dalam rantai usaha yang lebih kuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UMKM Papua Tengah Yuliten Makai meminta BLK tersebut benar-benar diprioritaskan bagi masyarakat lokal, khususnya masyarakat Amungme, Kamoro dan tujuh suku lainnya di Mimika.
Menurutnya, keberadaan BLK harus menjadi sarana untuk menyalurkan keterampilan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai kita bangun, tetapi yang menikmati orang lain,” kata Yuliten.
Ia menambahkan, pembangunan BLK UMKM perlu berjalan seiring dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Tengah, termasuk pengembangan koperasi di setiap kabupaten.
Yuliten juga mengajak seluruh pihak menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong turut meminta agar pembangunan BLK tidak berhenti pada peletakan batu pertama. Ia mendorong adanya kepastian dukungan anggaran sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Emanuel berharap BLK UMKM nantinya menjadi pusat pembinaan generasi muda Mimika untuk meningkatkan keterampilan, membuka usaha dan membangun kemandirian ekonomi.
“Yang pertama adalah kalian menggunakannya, yang kedua adalah menjaga dengan baik,” ujar Emanuel.
Ia menyebut lokasi BLK dipilih agar dapat diakses masyarakat Amungme dan Kamoro. Karena itu, pemerintah dan masyarakat diminta bersama-sama menjaga fasilitas tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Peletakan batu pertama pembangunan BLK UMKM itu turut dirangkaikan dengan ibadah bersama dan prosesi bakar batu bersama masyarakat setempat.
Pembangunan BLK UMKM ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat keterampilan masyarakat lokal, memperluas peluang usaha, serta mendorong UMKM Mimika agar semakin mandiri dan mampu naik kelas.(**)









































Discussion about this post