ADVERTISEMENT
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Oktober 7, 2026
No Result
View All Result
  • Login
Jurnal Papua
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Jurnal Papua
No Result
View All Result
  • HOME
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Peristiwa
ADVERTISEMENT
Home Uncategorized

Anggota DPRK Mimika Fredewina Matirani Kritik Klarifikasi Disbudparekraf soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

admin by admin
Oktober 7, 2026
in Uncategorized
0

TIMIKA, jurnalpapua.id

Klarifikasi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Mimika, Elisabet Cenawatin, SE, M.Si, terkait warga Suku Kamoro yang tidur di emperan toko di sekitar lokasi Festival Seni Budaya, menuai tanggapan dan kritik dari Anggota DPRK Mimika Fredewina Matirani, SH.

ADVERTISEMENT

Pernyataan bahwa panitia tidak mengetahui keberadaan warga tersebut serta mereka bukan merupakan peserta resmi festival dinilai belum menjawab persoalan utama, terutama menyangkut tanggung jawab sosial pemerintah dalam mengantisipasi dampak kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Kritik tersebut menilai Festival Seni Budaya tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial dengan peserta yang terdaftar secara administratif. Sebagai kegiatan yang mengangkat kebudayaan lokal, festival tersebut secara alamiah memiliki daya tarik bagi masyarakat adat, termasuk warga Kamoro yang datang dari kampung-kampung.

BacaJuga:

Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Oktober 7, 2026
Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja

Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja

Oktober 7, 2026
Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko Saat Festival Seni Budaya

Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko Saat Festival Seni Budaya

Oktober 7, 2026
Advertisement. Scroll to continue reading.

Karena itu, keberadaan warga yang kemudian harus tidur di emperan toko dinilai perlu dilihat sebagai bagian dari dampak sosial yang seharusnya dapat diantisipasi sejak tahap perencanaan kegiatan.

“Festival Seni Budaya bukan acara internal kantoran, melainkan ruang publik yang secara alamiah menarik antusiasme masyarakat adat. Ketika ada masyarakat asli yang datang dan kemudian terlantar di sekitar lokasi, persoalannya tidak cukup diselesaikan dengan menyatakan mereka bukan peserta resmi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dinilai Perlu Berpihak pada Masyarakat Adat

Kritik tersebut juga mengaitkan penyelenggaraan festival dengan semangat perlindungan dan pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) sebagaimana menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan Otonomi Khusus Papua.

Dalam konteks Mimika, masyarakat Kamoro merupakan salah satu masyarakat adat yang memiliki hubungan erat dengan wilayah dan kebudayaan setempat. Karena itu, kegiatan yang membawa nama seni dan budaya daerah dinilai harus memberikan ruang yang lebih inklusif kepada masyarakat adat, termasuk mereka yang belum tergabung dalam sanggar atau belum memenuhi persyaratan administratif sebagai peserta resmi.

Penyelenggara dinilai perlu membedakan antara persoalan administrasi kepesertaan dengan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang hadir di sekitar lokasi kegiatan.

“Jangan sampai birokrasi dan persyaratan administratif justru mengalahkan esensi pemajuan kebudayaan, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kebudayaan Tidak Bisa Dipisahkan dari Masyarakatnya

UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan juga disebut sebagai salah satu pijakan dalam melihat persoalan tersebut.

Pemajuan kebudayaan pada prinsipnya tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan seni, pameran produk budaya atau penampilan sanggar, tetapi juga bagaimana kebudayaan memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.

Karena itu, ketika karya budaya seperti anyaman dan ukiran masyarakat adat ditampilkan dalam sebuah festival, namun masih ditemukan masyarakat adat yang datang dari jauh dan harus beristirahat di emperan toko, kondisi tersebut dinilai layak menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah.

Festival budaya, menurut kritik tersebut, tidak boleh berhenti pada keberhasilan acara secara seremonial, tetapi harus diukur dari manfaat sosial, ekonomi dan budaya yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Soroti Pelayanan Publik dan Perencanaan Kegiatan

Persoalan ini juga dinilai berkaitan dengan prinsip penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait diharapkan mampu mengantisipasi kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan munculnya masyarakat yang datang secara mandiri dari wilayah kampung.

Pernyataan bahwa panitia tidak mengetahui keberadaan warga tersebut dinilai justru menunjukkan perlunya penguatan sistem pemantauan dan mitigasi selama kegiatan berlangsung.

Dalam setiap kegiatan berskala besar, terutama festival yang melibatkan masyarakat adat, panitia dinilai perlu memiliki mekanisme pengaduan, petugas lapangan, area istirahat sementara, serta koordinasi dengan perangkat distrik, kampung, aparat keamanan dan unsur masyarakat.

Tiga Rekomendasi untuk Evaluasi

Untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi, sejumlah rekomendasi disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan Disbudparekraf.

Pertama, memperkuat perencanaan dan mitigasi dampak sosial kegiatan. Setiap festival budaya perlu memperhitungkan kemungkinan kedatangan masyarakat dari kampung-kampung yang bukan peserta resmi. Fasilitas istirahat sementara atau area komunal yang layak perlu disiapkan sebagai bagian dari manajemen kegiatan.

Kedua, melakukan pembinaan dan legalisasi sanggar secara jemput bola. Disbudparekraf dinilai tidak seharusnya hanya menunggu masyarakat adat memenuhi seluruh persyaratan administrasi, tetapi perlu aktif membantu sanggar-sanggar masyarakat, khususnya kelompok mama-mama Kamoro yang bergerak di bidang anyaman, ukiran dan kerajinan tradisional.

Ketiga, melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran dan hasil kegiatan. DPRK Mimika bersama Inspektorat dan lembaga terkait didorong melakukan evaluasi berbasis output dan outcome untuk melihat sejauh mana pelaksanaan festival memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat dan pelaku ekonomi lokal.

Evaluasi tersebut tidak semata-mata melihat apakah kegiatan terlaksana, tetapi juga apakah anggaran yang dikeluarkan berbanding lurus dengan manfaat ekonomi dan sosial yang diterima masyarakat.

“Festival budaya harus menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama, bukan hanya sebagai objek pertunjukan. Pemerintah perlu memastikan tidak ada lagi masyarakat yang datang untuk menikmati atau terlibat dalam kegiatan budaya, tetapi justru harus tidur di emperan toko karena tidak ada ruang yang layak bagi mereka,” imbuhnya.(**)

Previous Post

Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Related Posts

Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Oktober 7, 2026
Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja

Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja

Oktober 7, 2026
Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko Saat Festival Seni Budaya

Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko Saat Festival Seni Budaya

Oktober 7, 2026
Polisi Tangkap Dua Pemuda Pengedar Sabu Sistem “Tempel” di Timika, Sita 132,9 Gram

Polisi Tangkap Dua Pemuda Pengedar Sabu Sistem “Tempel” di Timika, Sita 132,9 Gram

Oktober 7, 2026
Pertama di Timika, KSW Laundry Coin Hadir dengan Konsep Cuci Sendiri

Pertama di Timika, KSW Laundry Coin Hadir dengan Konsep Cuci Sendiri

Oktober 7, 2026
Tokoh Pemuda Amungsa Ajak Warga Pedalaman Mimika Jaga Keamanan Penerbangan Perintis

Tokoh Pemuda Amungsa Ajak Warga Pedalaman Mimika Jaga Keamanan Penerbangan Perintis

Oktober 6, 2026

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dugaan Kasus Perselingkuhan Oknum Polisi Tembak Mati Seorang Warga di Timika

Dugaan Kasus Perselingkuhan Oknum Polisi Tembak Mati Seorang Warga di Timika

Agustus 2, 2026
Helikopter PK IWS Milik Intan Angkasa Jatuh di Jila, 4 Penumpang Dinyatakan Meninggal Dunia

Helikopter PK IWS Milik Intan Angkasa Jatuh di Jila, 4 Penumpang Dinyatakan Meninggal Dunia

September 10, 2025
Prajurit Yonif Raider/Buaya Putih Banjar, Praka Wahriadi Bancin

Lagi, Satu Prajurit TNI Yonif 323 Buaya Putih/Banjar Gugur Tertembak di Beoga Puncak Papua

Juli 30, 2026
KKB Diduga Tembak Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya di Distrik Muliama, Dua Tewas, Satu Kritis

KKB Diduga Tembak Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya di Distrik Muliama, Dua Tewas, Satu Kritis

September 9, 2026
Pj Sekda Mimika: Warga Timika Harus Manfaatkan Lahan Kosong untuk Bertani dan Beternak

Pj Sekda Mimika: Warga Timika Harus Manfaatkan Lahan Kosong untuk Bertani dan Beternak

0

Hello world!

0

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Anggota DPRK Mimika Fredewina Matirani Kritik Klarifikasi Disbudparekraf soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Anggota DPRK Mimika Fredewina Matirani Kritik Klarifikasi Disbudparekraf soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Oktober 7, 2026
Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

Oktober 7, 2026
Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja

Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja

Oktober 7, 2026
Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko Saat Festival Seni Budaya

Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko Saat Festival Seni Budaya

Oktober 7, 2026
VIDEO JURNAL PAPUA
← Geser untuk melihat video lainnya →
@jurnalpapua89

Browse by Category

  • AI News
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Piala Dunia 2026
  • Politik
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wamena
  • World Cup 2026
Jurnal Papua

© 2023 Jurnalpapua.id - Design byJurnal Papua.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Politik
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Peristiwa

© 2023 Jurnalpapua.id - Design byJurnal Papua.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
POST TERBARU
Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko
Disbudparekraf Mimika Klarifikasi Soal Warga Kamoro Tidur di Emperan...
Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja
Karyawan PT Redpath Ditemukan Meninggal di Underground Lokasi Kerja
Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko Saat Festival Seni Budaya
Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani Soroti Warga Kamoro Tidur...
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Mimika Kunjungi Pusdalops
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Mimika Kunjungi Pusdalops
Polisi Tangkap Dua Pemuda Pengedar Sabu Sistem “Tempel” di Timika, Sita 132,9 Gram
Polisi Tangkap Dua Pemuda Pengedar Sabu Sistem “Tempel” di...
Satgas Damai Cartenz Amankan DPO Jaringan Senjata dan Amunisi di Jayapura
Satgas Damai Cartenz Amankan DPO Jaringan Senjata dan Amunisi...
Pemkab Mimika Siapkan SK Germas, OPD Diminta Wujudkan Program Nyata
Pemkab Mimika Siapkan SK Germas, OPD Diminta Wujudkan Program...
Pertama di Timika, KSW Laundry Coin Hadir dengan Konsep Cuci Sendiri
Pertama di Timika, KSW Laundry Coin Hadir dengan Konsep...
Pertama di Timika, KSW Laundry Coin Hadir dengan Konsep Cuci Sendiri
Pertama di Timika, KSW Laundry Coin Hadir dengan Konsep...
Sinergitas Bea Cukai Jayapura dan Satgas ODC Berhasil Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Amunisi Kaliber 5,56 mm
Sinergitas Bea Cukai Jayapura dan Satgas ODC Berhasil Gagalkan...
Pemkab Mimika Matangkan RDTR Poumako, Tata Ruang Disiapkan untuk Dukung Investasi
Pemkab Mimika Matangkan RDTR Poumako, Tata Ruang Disiapkan untuk...
Perkuat UMKM Lokal, Papua Tengah Bangun BLK di Mimika
Perkuat UMKM Lokal, Papua Tengah Bangun BLK di Mimika
← Geser untuk berita lainnya →