TIMIKA, jurnalpapua.id
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengingatkan generasi muda agar menjauhi minuman keras (miras) serta mengajak kelompok-kelompok masyarakat yang terlibat konflik di Kabupaten Mimika untuk menghentikan pertikaian.
Pesan tersebut disampaikan Deinas dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026). Ia menegaskan bahwa persatuan, keamanan, dan kedamaian merupakan modal penting untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara khusus, Deinas meminta generasi muda tidak terjerumus dalam kebiasaan mengonsumsi minuman keras yang berpotensi merusak kesehatan, memicu tindakan berisiko, hingga mengancam keselamatan jiwa.
“Saya mengingatkan khusus untuk pemuda-pemudi, tolong hentikan minuman, karena ketika kita minum, kita akan korban dan kita akan mati,” ujarnya.
Menurut Deinas, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga masa depan diri sendiri, keluarga, dan daerah. Karena itu, ia mengajak kaum muda menghargai pengorbanan orang tua yang telah membesarkan, menyekolahkan, serta memberikan kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Ia juga menyinggung persoalan HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Deinas mengajak generasi muda menjaga kesehatan, melindungi diri, serta menghindari perilaku berisiko yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka.
Minta Kelompok yang Bertikai Hentikan Konflik
Selain mengingatkan bahaya miras, Deinas menyoroti konflik sosial yang terjadi di Timika. Ia meminta kelompok-kelompok masyarakat yang terlibat pertikaian agar mengakhiri permusuhan dan mengedepankan penyelesaian secara damai.
Menurutnya, konflik tidak hanya berpotensi menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak hubungan persaudaraan, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menghambat pelaksanaan pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa masyarakat Papua Tengah perlu membangun kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
Deinas juga mengingatkan bahwa Papua Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung situasi yang aman dan kondusif agar dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Baginya, kekayaan alam harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat menjaga persatuan, kedamaian, dan persaudaraan. Tanpa kebersamaan, potensi daerah akan sulit dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat dan generasi mendatang.
Persatuan Jadi Fondasi Pembangunan Mimika
Memasuki usia ke-30, Kabupaten Mimika menghadapi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial.
Pesan Wakil Gubernur Papua Tengah tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Pemerintah, DPRK, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta kelompok masyarakat diharapkan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Persatuan juga menjadi faktor penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara merata.
Perayaan HUT ke-30 Kabupaten Mimika pada Senin (12/10/2026) pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Melalui pesannya, Deinas berharap generasi muda Mimika dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan, sementara seluruh masyarakat mampu mengakhiri konflik serta menjaga persaudaraan.
Dengan keamanan, kedamaian, dan persatuan yang terpelihara, Mimika diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.(**)



















































Discussion about this post