TIMIKA, jurnalpapua.id
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menggelar Turnamen Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup 2026 untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat toleransi antarumat beragama, Senin (12/10/2026).
Turnamen yang berlangsung di Fantastic Sport Complex Mini Soccer, Jalan Cenderawasih, SP 2, Timika, ini mengusung tema “Kick Off Harmony: Satu Lapangan, Satu Semangat Kerukunan”. Kegiatan tersebut mempertemukan generasi muda dari lima agama dalam satu arena olahraga untuk membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Sebanyak delapan tim mengikuti turnamen perdana tersebut. Peserta terdiri atas dua tim perwakilan umat Kristen Protestan, dua tim Islam, dua tim Katolik, satu tim Hindu, dan satu tim Buddha.
Kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang agama menjadi pesan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk membangun persahabatan, bekerja sama, dan menjaga persatuan di Kabupaten Mimika.
Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil., menegaskan bahwa turnamen ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi menjadi ruang perjumpaan untuk memperkuat komunikasi dan hubungan persaudaraan lintas agama.
Ia mengingatkan seluruh pemain agar menjaga sikap, menghormati keputusan wasit, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Semangat toleransi, menurutnya, harus tetap dijaga, baik ketika menang maupun kalah.
Persaingan di lapangan diharapkan berlangsung secara sehat dan sportif tanpa menimbulkan perselisihan. Dengan demikian, olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk menghilangkan sekat perbedaan dan membangun rasa saling percaya di tengah masyarakat yang majemuk.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan FKUB Mimika dalam menyongsong Konferensi Kota Toleran (KKT) II yang dijadwalkan berlangsung di Mimika pada November 2026.
Melalui kegiatan tersebut, FKUB ingin menunjukkan bahwa kerukunan tidak cukup hanya disampaikan melalui pesan atau seruan, tetapi perlu diwujudkan lewat aktivitas nyata yang melibatkan masyarakat, terutama generasi muda.
Selain pertandingan antartim, rangkaian kegiatan juga dirancang menghadirkan pertandingan persahabatan yang melibatkan tokoh lintas agama, yakni pastor, pendeta, ustaz, pinandita, dan pandita. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan dapat dibangun tanpa membedakan agama dan latar belakang.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari jajaran pemerintah daerah dan kepolisian. Bupati Mimika Johannes Rettob diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Petrus Paliamba, yang membacakan sambutan pemerintah daerah.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekayaan Mimika yang harus dirawat bersama. Kerukunan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kegiatan olahraga yang mengajarkan disiplin, kerja sama, dan sikap saling menghargai.
Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak mengapresiasi penyelenggaraan turnamen lintas agama tersebut. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan pertandingan sebagai kesempatan memperluas pergaulan, mempererat persaudaraan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, semangat kompetisi tidak boleh menghilangkan rasa persahabatan. Seluruh pemain dan pendukung diharapkan menjunjung tinggi sportivitas sehingga pertandingan dapat berlangsung aman dan kondusif.
Turnamen Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 12–14 Oktober 2026. Pertandingan menggunakan sistem gugur, sehingga tim yang menang melaju ke babak berikutnya untuk memperebutkan posisi juara.
Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang, yakni Rp10 juta untuk juara pertama, Rp8 juta untuk juara kedua, dan Rp5 juta untuk juara ketiga, disertai trofi serta uang pembinaan. Tim peserta yang belum meraih juara juga direncanakan menerima uang pembinaan.
Rangkaian kegiatan kerukunan FKUB Mimika selanjutnya direncanakan ditutup pada 16 Oktober 2026 melalui Konser Kerukunan bertema “Harmoni Mimika: Simfoni Kita, Merayakan Karya” di Gedung Tongkonan, Timika, sekaligus penyerahan piala kepada para pemenang.
Melalui Mini Soccer FKUB Cup 2026, FKUB Mimika berharap semangat toleransi tidak berhenti ketika pertandingan berakhir. Persaudaraan yang terbangun di lapangan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Mimika semakin kokoh sebagai daerah yang aman, damai, dan menghargai keberagaman.(**)




















































Discussion about this post