NABIRE, jurnalpapua.id
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah, Kombes Pol Dr. Gustav R. Urbinas, mengajak para pelajar SMA dan SMK Kristen Anak Panah di Kabupaten Nabire untuk menjauhi narkoba, minuman keras, perundungan (bullying), serta aksi tawuran antarsekolah.
Ajakan tersebut disampaikan Gustav saat bertindak sebagai pembina upacara di SMA dan SMK Kristen Anak Panah, Senin (2/11/2026), dalam rangka pelaksanaan program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) Polda Papua Tengah.
Dalam amanatnya, Gustav menegaskan bahwa pelajar merupakan generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Papua Tengah. Karena itu, para siswa diminta memiliki cita-cita, semangat belajar, disiplin, serta keberanian untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Kalian adalah generasi muda Papua Tengah, generasi emas masa depan bangsa. Jangan mudah menyerah menghadapi keterbatasan. Anak-anak Papua harus berani bersaing, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi,” ungkapnya.
Ia menekankan, kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghargai waktu, menaati aturan sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta bertanggung jawab terhadap setiap tugas.
Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan harus diperjuangkan melalui sikap disiplin dan kerja keras sejak dini.
“Disiplin hari ini adalah kunci keberhasilan kalian di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Gustav mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Para pelajar diminta saling menghargai perbedaan suku, agama, dan latar belakang serta membangun persahabatan tanpa permusuhan.
Ia juga menyoroti penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif, pembelajaran, dan pengembangan kreativitas, bukan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, hinaan, maupun provokasi.
Gustav secara khusus meminta para siswa tidak menyebarkan pesan atau ajakan berkelahi yang dapat memicu permusuhan dengan pelajar dari sekolah lain.
“Jika menemukan hal seperti itu, segera laporkan kepada guru, pihak sekolah, atau kepolisian. Jangan biarkan persoalan di media sosial berkembang menjadi konflik dan kekerasan yang merugikan banyak pihak,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga mengingatkan bahaya narkoba, minuman keras, dan pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda. Para siswa diminta berani menolak ajakan yang dapat menjerumuskan mereka pada perilaku menyimpang.
Tak hanya itu, ia menegaskan agar pelajar tidak terlibat dalam tawuran antarsekolah maupun membawa senjata tajam dan benda berbahaya lainnya yang dapat mengancam keselamatan orang lain.
Gustav mengajak seluruh siswa membangun persaudaraan dan memperluas pergaulan positif dengan pelajar dari sekolah lain, sehingga perbedaan tidak menjadi alasan untuk bermusuhan.
“Jaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan sekolah kalian. Hentikan segala bentuk perkelahian dan permusuhan. Bangun persaudaraan, saling menghargai antarsesama siswa, serta jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling mengenal, bukan alasan untuk bermusuhan,” tutupnya.
Melalui program Poldik, Polda Papua Tengah berharap kehadiran Polri di lingkungan pendidikan dapat memperkuat karakter generasi muda, meningkatkan kesadaran hukum, serta menciptakan suasana belajar yang aman, tertib, dan kondusif.(**)


























































Discussion about this post