TIMIKA, jurnalpapua.id
Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, mulai berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Jarak pandang di Bandara Mozes Kilangin Timika dilaporkan turun drastis hingga hanya 300 meter, sehingga mengganggu proses pendaratan dan keberangkatan pesawat.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika, Muchammad Nafiek, mengatakan asap kiriman dari wilayah Papua Selatan tersebut telah menghambat operasional penerbangan seluruh maskapai yang melayani rute dari dan menuju Timika.
Menurut Nafiek, kondisi kabut asap sebenarnya sudah terjadi sejak September 2026. Namun, dalam sepekan terakhir, ketebalan asap semakin meningkat dan menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara menurun secara signifikan.
“Sangat mengganggu. Memang asap ini sudah mulai sejak bulan September, tapi selama satu minggu terakhir makin tebal dan mengganggu jarak pandang. Hari ini jarak pandangnya hanya 300 meter,” ujar Nafiek saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan operasional yang disampaikan pihak bandara, jarak pandang minimum untuk pendaratan pesawat adalah 800 meter. Sementara itu, kondisi aktual yang hanya mencapai 300 meter membuat aktivitas penerbangan harus menyesuaikan dengan kondisi keselamatan di lapangan.
Jam Operasional Bandara Diperpanjang
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap jadwal penerbangan, pengelola Bandara Mozes Kilangin melakukan penyesuaian jam pelayanan operasional.
Jika sebelumnya penambahan jam layanan dalam kondisi tertentu hanya dilakukan hingga pukul 17.00 atau 18.00 WIT, kini pelayanan bandara dapat diperpanjang hingga pukul 23.00 WIT guna mengakomodasi penyesuaian jadwal penerbangan.
“Tadi malam terpaksa dibuka sampai jam sebelas,” kata Nafiek.
Perpanjangan jam operasional tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi penyesuaian penerbangan yang terdampak kondisi jarak pandang. Meski demikian, pelaksanaan penerbangan tetap harus mempertimbangkan kondisi aktual serta persyaratan keselamatan yang berlaku.
Maskapai Utamakan Keselamatan Penumpang
Dampak kabut asap juga dirasakan langsung oleh maskapai yang beroperasi di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Brands Manager Garuda Indonesia, Moh Kharisma Pujangga Putra, mengatakan asap tebal sangat mengganggu jarak pandang, baik untuk proses pendaratan maupun keberangkatan pesawat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pertimbangan operasional yang cermat dari seluruh pihak terkait, dengan keselamatan penerbangan dan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
“Kami merasakan dengan kondisi ini sangat mengganggu jarak pandang untuk pendaratan maupun penerbangan. Kami berharap keadaan ini tidak terjadi berlarut-larut dan secepatnya berakhir,” ujar Pujangga.
Hal senada disampaikan Station Manager Lion Air, Samahudin, serta District Manager Sriwijaya Air, Jorry Manangsal. Keduanya turut menyoroti pentingnya mengutamakan keselamatan penumpang di tengah memburuknya kondisi jarak pandang akibat kabut asap.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pengelola bandara, maskapai, dan para pengguna jasa penerbangan di Timika. Masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara Mozes Kilangin diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait perubahan jadwal, keterlambatan, maupun penyesuaian penerbangan akibat kabut asap.
Apabila kabut asap terus menyelimuti wilayah Mimika, aktivitas penerbangan berpotensi tetap terganggu hingga jarak pandang kembali memenuhi persyaratan operasional dan keselamatan penerbangan.(**)




















































Discussion about this post