TIMIKA, jurnalpapua.id
Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua se-Klasis Mimika merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 dengan penuh sukacita dan rasa syukur di Kantor Klasis GKI Mimika, Jalan Ottow Geissler, Timika, Senin (26/10/2026).
Perayaan yang mengusung tema “70 Tahun Bersyukur: Peduli Dalam Kasih dan Keadilan, Bersaksi Hadirkan Damai” tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang GKI di Tanah Papua dalam menjalankan pelayanan gerejawi sekaligus berkontribusi bagi pendidikan, kehidupan sosial, pembentukan karakter, dan pembangunan masyarakat Papua.
Ibadah perayaan dipimpin oleh Pdt. Jhon W. Fouw. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa janji Tuhan untuk tidak melupakan umat-Nya merupakan landasan iman yang harus terus dipegang oleh setiap warga jemaat.
Mengutip Mazmur 40:6, ia mengajak jemaat untuk mensyukuri karya dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan umat manusia. Menurutnya, penyertaan Tuhan harus menjadi kekuatan bagi jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman dan menjalankan panggilan sebagai saksi Kristus.
“Engkau tidak akan dilupakan oleh-Ku,” demikian pesan yang disampaikan dalam khotbahnya.
Ia juga mengajak seluruh warga GKI untuk mewujudkan rasa syukur melalui kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun pelayanan gereja.
Bupati Mimika Apresiasi Peran GKI
Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang turut hadir dalam perayaan tersebut, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh warga jemaat GKI di Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, perjalanan 70 tahun GKI bukan sekadar catatan sejarah perkembangan iman Kristen di Papua, melainkan juga menunjukkan kontribusi gereja dalam membangun kehidupan masyarakat melalui pendidikan, pelayanan sosial, pembentukan karakter, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-70 harus menjadi kesempatan bagi gereja untuk memperkuat pelayanan dan terus menghadirkan nilai-nilai kasih, kejujuran, serta keadilan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa pelayanan gereja tidak terlepas dari kasih dan penyelamatan Tuhan, serta harus terus menanamkan nilai kejujuran dan keadilan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap GKI di Tanah Papua terus mengambil bagian dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, memperkuat persaudaraan, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Mimika dan Papua secara umum.
GKI Diajak Peduli Persoalan Kemanusiaan di Papua
Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Mimika, Pdt. J. Bonsafia, menyampaikan salam kasih sekaligus imbauan dari Badan Pekerja Sinode kepada seluruh warga jemaat.
Ia mengajak jemaat untuk terus menjaga kesatuan gereja dan mendukung persiapan Sidang Sinode ke-19 GKI di Tanah Papua yang dijadwalkan berlangsung di Wondama pada 2027.
Selain penguatan kehidupan bergereja, ia menekankan pentingnya kepedulian GKI terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dan sosial yang terjadi di Papua.
Persoalan pengungsi, kerusakan hutan, penyalahgunaan narkoba, hingga HIV/AIDS, menurutnya, membutuhkan perhatian bersama dan tidak boleh diabaikan oleh gereja maupun masyarakat.
Karena itu, ia mendorong warga jemaat untuk menerjemahkan nilai kasih dan keadilan dalam tindakan nyata, termasuk melalui kepedulian terhadap sesama, lingkungan hidup, serta masyarakat yang menghadapi berbagai kesulitan.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Bonsafia juga menyampaikan data perkembangan GKI di Tanah Papua yang tercatat memiliki 876.468 warga jemaat, 2.058 jemaat, 1.178 pendeta, dan 70 klasis yang melayani umat di berbagai wilayah.
Data tersebut menggambarkan luasnya jangkauan pelayanan GKI sekaligus besarnya tanggung jawab gereja dalam membina iman jemaat dan mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan sosial di Tanah Papua.
Perkuat Kesaksian dan Pelayanan Gereja
Perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua se-Klasis Mimika menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus memperbarui komitmen pelayanan gereja di tengah masyarakat.
Melalui tema yang diusung, GKI di Tanah Papua diharapkan terus menghadirkan pelayanan yang berlandaskan kasih, memperjuangkan keadilan, serta menjadi pembawa damai di tengah berbagai persoalan kehidupan.
Semangat 70 tahun perjalanan GKI juga menjadi pengingat bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk membangun kehidupan spiritual jemaat, tetapi turut berperan dalam mendorong kepedulian sosial, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperkuat nilai kemanusiaan.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-70 ini diharapkan semakin meneguhkan panggilan GKI di Tanah Papua untuk terus bersyukur, melayani, dan bersaksi bagi kemuliaan Tuhan serta kesejahteraan masyarakat Papua.(**)
























































Discussion about this post