TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika bersama TNI dan Polri menyiapkan bantuan logistik bagi warga Distrik Jila yang terdampak gangguan keamanan. Sekitar tiga ton beras dan bahan makanan akan dikirim secara bertahap dengan dukungan helikopter TNI.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bantuan tersebut disiapkan karena aktivitas warga di Jila terganggu. Sebagian masyarakat yang kini berkumpul di pusat distrik tidak dapat kembali ke kampung maupun mengolah kebun karena alasan keamanan.
“Kami menyiapkan sekitar 3 ton beras beserta bahan makanan dan peralatan memasak. Karena warga saat ini berkumpul di distrik dan tidak bisa berkebun, kami dorong bantuan logistik ini secara bertahap menggunakan dukungan helikopter TNI,” kata Rettob dalam konferensi pers di kediamannya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Akses transportasi udara ke Jila juga terganggu. Dua maskapai yang melayani rute tersebut, Bunga Persada Air dan Reven Air, disebut telah mengajukan penghentian sementara penerbangan hingga kondisi keamanan membaik.
Selain bantuan pangan, pemerintah bersama aparat keamanan memperkuat pengamanan dan penanganan kasus pembawaan paksa sembilan warga yang dilaporkan terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan 20 personel tambahan disiapkan untuk pengamanan, investigasi, dan olah tempat kejadian perkara. Sebanyak 16 personel telah diberangkatkan, sedangkan empat lainnya menyusul.
Menurut Alredo, situasi Jila saat ini relatif kondusif. Namun aparat tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan serangan susulan.
Polisi juga masih menyelidiki status sembilan warga yang dibawa paksa. Alredo mengatakan kasus tersebut sementara dikategorikan sebagai dugaan penculikan atau pembawaan paksa karena belum ada tuntutan dari kelompok pelaku.
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Teuku Jozanda mengatakan TNI telah mengerahkan tim untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga membawa sembilan warga tersebut.
Ia menyebut dua warga perempuan juga menjadi korban kekerasan. Satu korban meninggal setelah terkena tembakan, sementara satu lainnya mengalami penganiayaan hingga patah tulang sebelum dibuang ke jurang.
Rettob mengimbau kelompok pelaku segera melepaskan warga yang dibawa paksa, terutama anak-anak.
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong juga meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah daerah mengajak warga mempercayakan penanganan keamanan kepada TNI dan Polri sembari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.
Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan pemulihan keamanan, pemenuhan kebutuhan pangan, dan keselamatan warga menjadi prioritas penanganan situasi di Jila.(**)






































Discussion about this post