TIMIKA, jurnalpapua.id
Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) bersama SSR Paroki St. Stefanus Sempan dan Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya mendeklarasikan Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, sebagai kampung bebas malaria.
Deklarasi berlangsung di Kantor Kampung Mawokauw Jaya, Senin (24/8/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian malaria berbasis masyarakat.
Program tersebut dilakukan melalui pemeriksaan malaria secara aktif, pemberdayaan kader, edukasi kepada masyarakat, pemantauan lingkungan, serta keterlibatan pemerintah kampung.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Distrik Wania, Asmiati Alopua, yang mewakili Kepala Distrik Wania, mengatakan deklarasi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting untuk mempertahankan Mawokauw Jaya agar tetap terbebas dari malaria.
“Sebagai warga Mawokauw Jaya, setelah deklarasi ini kita harus bersama-sama melakukan apa yang harus dilakukan agar kampung ini terbebas dari malaria. Kita harus menjaga kebersihan lingkungan dan jangan lupa menggunakan kelambu,” ujar Asmiati.
Enam Kader Aktif Pantau Malaria
Penanggung Jawab SSR Paroki St. Stefanus Sempan, Yohanes Erwin Prayoga, mengatakan keterlibatan PERDHAKI, SSR Paroki St. Stefanus Sempan, dan pemerintah kampung merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pengendalian malaria di Mawokauw Jaya.
Menurut Yohanes, penanganan malaria di kampung tersebut selama ini berjalan cukup baik.
Ia menyebut terdapat enam kader aktif yang membantu pemeriksaan malaria, mengambil obat, melakukan pendataan, memberikan edukasi, hingga mendatangi warga dari rumah ke rumah.
Pemeriksaan aktif tersebut dilakukan agar kasus malaria dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kader, sejak Oktober 2025 ditemukan 17 warga positif malaria. Sementara pada periode November 2025 hingga Maret 2026 ditemukan empat kasus positif.
Yohanes berharap pemeriksaan tetap dilakukan secara rutin meski deklarasi bebas malaria telah dilaksanakan.
Warga yang baru datang ke Mawokauw Jaya maupun yang mengalami keluhan kesehatan juga diharapkan segera melapor kepada kader agar dapat diperiksa.
Kasus Tanpa Gejala Jadi Perhatian
Penanggung Jawab Program Malaria Puskesmas Wania, Anita Yusniwati, mengatakan pemeriksaan aktif menjadi salah satu strategi penting dalam memutus rantai penularan malaria.
Hal itu karena sejumlah warga yang terinfeksi malaria tidak selalu menunjukkan gejala.
“Warga yang datang berobat ke puskesmas wajib diperiksa malaria, meskipun keluhannya berbeda. Dari kunjungan rumah, kami juga banyak menemukan warga yang positif tetapi tanpa gejala,” kata Anita.
Menurut Anita, pemeriksaan malaria di Mawokauw Jaya rata-rata dilakukan terhadap sekitar 20 orang per hari.
Selain pemeriksaan terhadap masyarakat, petugas dan kader juga memantau kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Jika ditemukan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, petugas melakukan upaya pemberantasan jentik, termasuk menggunakan Abate.
Kebersihan Lingkungan Diperkuat
Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra, mengatakan pemerintah kampung terus mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan malaria.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar lomba kebersihan yang melibatkan 13 RT dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Edyson, lomba tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Kegiatan itu sekaligus diharapkan memperkuat kebersamaan, kekompakan, gotong royong, dan partisipasi warga di setiap RT.
Deklarasi Kampung Mawokauw Jaya bebas malaria ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh kader, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
PERDHAKI juga menyerahkan piagam deklarasi serta draf penanganan malaria kepada Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra.
Deklarasi tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mempertahankan Mawokauw Jaya bebas malaria melalui pemeriksaan rutin, penggunaan kelambu, pemberantasan sarang nyamuk, kebersihan lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat. (**)








































Discussion about this post