TIMIKA, jurnalpapua.id
Seorang pria berinisial MA (31) ditemukan meninggal dunia di Jalan Poros Mapurujaya, RT 05, Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIT.
Peristiwa yang diduga merupakan kecelakaan lalu lintas tabrak lari tersebut memicu aksi pemalangan jalan oleh warga setempat. Akibatnya, arus lalu lintas pada ruas jalan yang menghubungkan Timika–Pomako dilaporkan lumpuh sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang pria yang tergeletak di badan jalan dalam kondisi bersimbah darah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Mimika Timur yang dipimpin Aipda Jono Banga Bua selaku Kepala SPK I mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban sudah tidak bergerak dengan luka serius pada bagian kepala. Sebelumnya, warga menemukan korban tergeletak di jalan dan menutupi tubuhnya menggunakan daun pisang sambil menunggu kedatangan polisi.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses evakuasi dan melakukan olah TKP bersama Unit Lalu Lintas. Pemeriksaan meliputi pendokumentasian posisi korban, pengecekan kondisi sekitar lokasi, pencarian kemungkinan bekas gesekan kendaraan, serta pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi.
“Penyebab pasti kematian korban masih harus dipastikan melalui pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Alex.
Pihak kepolisian selanjutnya meminta persetujuan keluarga untuk membawa jenazah ke RSUD Mimika guna menjalani pemeriksaan medis, termasuk visum, demi memastikan penyebab kematian korban.
Setelah mendapat penjelasan dari petugas, keluarga menyetujui proses evakuasi. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Mapurujaya dengan pengawalan mobil patroli lalu lintas Polsek Mimika Timur menuju RSUD Mimika.
Meski menyetujui pemeriksaan medis, keluarga korban meminta agar visum dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Marius Apako. Keluarga juga menyatakan akan tetap melakukan pemalangan jalan hingga hasil pemeriksaan visum diterima.
Pemalangan tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalur Timika–Pomako, yang merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah Mimika Timur.
Menanggapi situasi tersebut, jajaran Polsek Mimika Timur terus melakukan pendekatan kepada keluarga dan warga setempat agar tetap tenang serta memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk menangani kasus tersebut sesuai prosedur hukum.
Polisi juga berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta mendorong penyelesaian persoalan melalui komunikasi dengan keluarga korban dan warga setempat.
Hasil pemeriksaan medis, olah TKP, dan keterangan saksi diharapkan dapat mengungkap kronologi serta penyebab kematian korban secara jelas.(**)




















































Discussion about this post