TIMIKA, jurnalpapua.id
BLUD Puskesmas Karang Senang terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) setiap hari bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
Kepala BLUD Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombodatu, SKM., M.Kes., mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, bahkan dimulai sebelum pasangan memasuki jenjang pernikahan.
Menurut Mariana, calon pengantin, khususnya perempuan, perlu menjalani pemeriksaan kesehatan, skrining, dan vaksinasi untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum menikah dan memasuki masa kehamilan.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari calon pengantin. Mereka perlu diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar baik sebelum menikah,” jelasnya.
Ia mengatakan, selama masa kehamilan, ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan minimal 12 kali hingga persalinan. Pemeriksaan tersebut penting untuk memantau kondisi kesehatan dan status gizi ibu, sekaligus memastikan pertumbuhan serta perkembangan janin berjalan optimal.
Selain itu, apabila ibu hamil mengalami malaria atau penyakit lainnya, penanganan harus segera dilakukan agar tidak berdampak terhadap kesehatan ibu maupun janin.
Mariana juga menekankan pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan dengan bantuan tenaga kesehatan profesional. Setelah melahirkan, ibu dianjurkan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI dan makanan pendamping yang bergizi.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta mencegah risiko stunting.
Puskesmas Karang Senang juga mengoptimalkan pelayanan Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pemberian imunisasi agar kondisi kesehatan bayi dan balita dapat terpantau secara rutin.
Selain pelayanan kesehatan, pihak Puskesmas turut memberikan dukungan PMT setiap hari kepada ibu hamil hingga bayi dan balita. Penyaluran makanan tambahan tersebut dilakukan melalui kader kesehatan yang mengantarkannya langsung ke rumah-rumah penerima manfaat.
Mariana menegaskan, program PMT tersebut merupakan dukungan dari Puskesmas dan berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga berjalan.
“PMT ini kami berikan setiap hari, mulai dari ibu hamil sampai bayi dan balita. Kader-kader yang mengantarkan makanan langsung ke rumah,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, saat ini BLUD Puskesmas Karang Senang tengah menangani delapan anak yang mengalami stunting dan 14 anak dengan kondisi gizi kurang.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk aktif membawa anak ke Posyandu, melengkapi imunisasi, memperhatikan asupan makanan bergizi, serta rutin memeriksakan kesehatan ibu dan anak.
“Intinya, mulai dari calon pengantin, masa kehamilan, persalinan, menyusui hingga anak memasuki usia balita, semuanya harus mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan,” tutupnya.(**)
























































Discussion about this post