TIMIKA, jurnalpapua.id
BLUD Puskesmas Karang Senang, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencatat sebanyak 70 pasien tuberkulosis (TB) menjalani penanganan medis sejak Januari hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 12 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara pasien lainnya masih menjalani pengobatan.
Kepala BLUD Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombodatu, SKM, M.Kes., mengatakan upaya penanganan TB dilakukan melalui pelayanan di dalam gedung puskesmas maupun kegiatan langsung di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Mariana saat menjelaskan program pencegahan dan penanggulangan TB, Kamis (29/10/2026).
Menurut dia, puskesmas secara rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menghindari penularan melalui kontak dekat, serta mengenali gejala TB sejak dini.
“Jika ada masyarakat yang mengalami batuk lebih dari 14 hari dan sudah berobat tetapi masih batuk, perlu dilakukan skrining untuk pemeriksaan dahak guna memastikan kemungkinan TB,” ujarnya.
Selain pemeriksaan dini, masyarakat juga diimbau menggunakan masker, terutama penderita TB dan anggota keluarga yang tinggal serumah. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Mariana juga menekankan pentingnya ventilasi dan jendela yang memadai di rumah agar sirkulasi udara berjalan baik dan sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan.
Sementara itu, imunisasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) bagi bayi sesuai jadwal yang dianjurkan menjadi salah satu langkah pencegahan, terutama untuk melindungi anak dari bentuk TB berat.
Dalam penanganannya, pasien yang terdiagnosis TB wajib menjalani pengobatan secara teratur sesuai standar medis. Pengobatan umumnya berlangsung selama enam bulan, tetapi dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi tenaga kesehatan apabila kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan.
“Pasien wajib minum obat secara rutin sampai tuntas. Setelah enam bulan, dilakukan pemeriksaan kembali untuk mengetahui perkembangan pengobatannya. Jika belum sembuh, pengobatan dilanjutkan sesuai hasil evaluasi tenaga kesehatan,” jelasnya.
Puskesmas Karang Senang juga melakukan skrining terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB, termasuk anggota keluarga dan teman satu kelas apabila pasien merupakan anak sekolah.
Skrining turut dilakukan terhadap masyarakat di sekitar tempat tinggal pasien yang terkonfirmasi positif TB. Langkah ini bertujuan menemukan kasus sedini mungkin, mencegah penularan lebih luas, dan memastikan masyarakat yang membutuhkan pengobatan segera mendapatkan pelayanan.
Mariana menegaskan, pihaknya berkomitmen melanjutkan penanganan pasien hingga pengobatan selesai serta meningkatkan upaya skrining untuk memutus rantai penularan TB di wilayah kerja Puskesmas Karang Senang.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan batuk berkepanjangan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB.
Deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit TB di Kabupaten Mimika.(**)


























































Discussion about this post