TIMIKA – jurnalpapua.id
Direktur Eksekutif Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa), Stingal Johnny Beanal, menyoroti aktivitas Galian C yang marak terjadi di Kabupaten Mimika, baik di pusat kota maupun di luar kota. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Setelah kami memantau, memonitoring, dan mengevaluasi di beberapa titik, sangat-sangat merusak lingkungan,” ujar Johnny saat ditemui di Pua-Pua Cafe, Selasa (14/4/2026).
Ia mengingatkan bahwa terdapat kesepakatan antara pemerintah daerah dan kedua lembaga adat yang menyatakan bahwa Galian C seharusnya dipusatkan di Distrik Iwaka.
Namun kenyataannya, hingga saat ini masih banyak lubang eksploitasi dan pencemaran air serta lingkungan di sejumlah lokasi.Johnny juga menyoroti polusi udara dan debu material yang tertinggal di jalan raya, genangan air, serta gangguan terhadap aktivitas lalu lintas dan masyarakat umum.
“Jalan-jalan umum sangat mengganggu aktivitas. Kami minta dinas terkait dan Pemda Mimika segera menertibkan semua ini agar kenyamanan operasional masyarakat bisa berjalan normal,” tegasnya.
Menurut Johnny, banyak keluhan dari masyarakat adat dan kepala suku yang datang langsung ke Lemasa. Bahkan, beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk besar dan warga akibat aktivitas Galian C yang tidak terkendali.
Lebih lanjut Johnny menegaskan, bahwa Lemasa meminta seluruh aktivitas Galian C di pusat kota dan sekitar Kabupaten Mimika segera ditutup. Pihaknya menilai kegiatan tersebut beroperasi tanpa izin resmi dari pemerintah maupun lembaga adat.
“Kalau boleh saya katakan liar, karena semua tempat ini tidak ada izin. Di pusat kota, di SP2, di kali-kali, di kawasan Selamat Datang, sebenarnya tidak ada izin. Ini sangat fatal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan dampak lingkungan jangka panjang, seperti erosi, longsor, dan aliran air yang tidak terkendali.
“Hujan lama, cuaca tidak bagus, kemungkinan besar terjadi bencana. Beberapa kasus anak-anak hanyut karena air semakin banyak,” imbuhnya.
Johnny Beanal menegaskan bahwa akses jalan menuju Iwaka sudah beraspal dan layak. Karena itu, Lemasa meminta semua aktivitas Galian C dikembalikan ke Iwaka sesuai kesepakatan awal.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas terkait serta membentuk tim untuk mengundang pengusaha lokal dan daerah yang beroperasi.
“Kami akan turun ke lokasi, mengundang siapa pun yang beroperasi. Fokusnya demi kenyamanan masyarakat dan kelancaran lalu lintas. Jangan sampai aktivitas kantor pemerintahan terganggu karena truk-truk besar merusak jalan aspal,” pungkasnya. (**)





































Discussion about this post