TIMIKA – jurnalpapua.id
Upaya penyelundupan minuman keras ke wilayah pegunungan Papua kembali terungkap. Kali ini, tiga botol minuman beralkohol merek Captain Morgan Spiced Gold berkadar alkohol 35 persen diamankan petugas di Bandara Mozes Kilangin Timika sebelum sempat diterbangkan ke Kabupaten Puncak.
Miras golongan C itu ditemukan dalam sebuah paket kargo yang hendak dikirim menuju Ilaga menggunakan pesawat Twin Otter milik Airfast Indonesia, Kamis pagi, 11 Juni 2026.
Paket tersebut terdeteksi saat petugas Aviation Security (AVSEC) melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-Ray. Citra yang muncul pada layar memunculkan kecurigaan sehingga dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Kepala Seksi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengatakan barang tersebut tidak dilengkapi dokumen pengangkutan barang berbahaya sebagaimana ketentuan penerbangan sipil.
“Dari hasil pemeriksaan awal, miras tersebut rencananya akan dikirim ke Ilaga oleh seorang oknum karyawan agen kargo berinisial RSS,” kata Hempy.
Menurut polisi, RSS mengaku hanya menerima barang tersebut dari seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Keterangan itu masih didalami penyidik untuk mengungkap siapa pemilik sekaligus pihak yang memerintahkan pengiriman.
Kasus ini mengungkap celah yang masih dimanfaatkan pelaku untuk memasok minuman keras ke daerah pegunungan melalui jalur udara. Modusnya berubah, dari membawa langsung sebagai barang bawaan penumpang menjadi menyisipkan miras dalam paket kargo.
Setelah diamankan, seluruh barang bukti diserahkan pihak AVSEC kepada Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin untuk penyelidikan lebih lanjut. Proses serah terima turut disaksikan pihak PT Cardig Garda Utama selaku pengelola layanan keamanan bandara.
Hempy mengatakan aparat akan memperketat pemeriksaan terhadap seluruh barang kiriman, khususnya penerbangan menuju wilayah pegunungan yang selama ini kerap menjadi sasaran penyelundupan barang terlarang.
“Modus penyelundupan miras melalui kargo ke daerah pegunungan harus diberantas sampai ke akar. Kami akan meningkatkan pengawasan dan mengusut pihak yang berada di balik pengiriman ini,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih menelusuri asal-usul barang serta kemungkinan adanya jaringan distribusi miras yang memanfaatkan jalur penerbangan perintis untuk memasok minuman beralkohol ke wilayah pedalaman Papua.(**)






































Discussion about this post