TIMIKA – jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengintensifkan upaya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) melalui sosialisasi medical check up (MCU) bagi kelompok usia produktif. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kasus hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit jantung yang kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia kerja.
Sosialisasi pelaksanaan MCU digelar di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan masyarakat, lintas sektor, serta petugas fasilitas kesehatan.
Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kejiwaan Dinas Kesehatan Mimika, Feika Rande Ratu, mengatakan kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun, memiliki risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Tingginya aktivitas, tekanan pekerjaan, serta pola hidup yang kurang sehat menjadi faktor pemicu meningkatnya penyakit tidak menular.
“Banyak orang usia produktif merasa masih sehat sehingga jarang memeriksakan kondisi kesehatannya. Padahal, sejumlah penyakit tidak menular sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal,” kata Feika.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi salah satu cara efektif untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Dengan deteksi lebih dini, penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang keberhasilan pengobatan lebih besar.
Data layanan kesehatan menunjukkan penyakit tidak menular kini tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia. Kasus hipertensi, diabetes, hingga gangguan jantung mulai banyak ditemukan pada masyarakat usia kerja yang seharusnya berada pada masa paling produktif.
Karena itu, Dinas Kesehatan Mimika berupaya memperluas edukasi mengenai pentingnya medical check up sebagai bagian dari upaya pencegahan. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, program tersebut juga diharapkan membantu pemerintah memetakan kondisi kesehatan warga dan menentukan langkah intervensi yang diperlukan.
Feika mengatakan pencegahan tetap menjadi strategi paling efektif untuk menekan beban penyakit tidak menular. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan tidak dimulai ketika sakit, tetapi sebelum gejala muncul,” ujarnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Dinkes Mimika menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan berkala guna menekan angka kesakitan akibat penyakit tidak menular dan menjaga produktivitas warga.(**)



































Discussion about this post