TIMIKA – jurnalpapua.id
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Mimika masih menunggu proses verifikasi. Pemerintah memastikan penetapan lokasi sasaran tidak dilakukan secara asumsi, melainkan berdasarkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan saat ini pemerintah masih melakukan pendataan untuk memastikan wilayah yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai daerah 3T.
“Saat ini kami masih menunggu data yang benar-benar valid. Penetapan wilayah 3T tidak bisa dilakukan berdasarkan perkiraan, tetapi harus melalui data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Emanuel, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, keakuratan data menjadi faktor utama agar pelaksanaan Program MBG tepat sasaran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Emanuel menjelaskan, masih terdapat sejumlah wilayah yang statusnya sebagai daerah 3T perlu dikaji lebih lanjut. Pemerintah ingin memastikan indikator yang digunakan dalam penetapan wilayah sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan perbedaan persepsi.
Ia mencontohkan kawasan Pomako yang selama ini kerap disebut sebagai wilayah 3T. Namun, menurutnya, akses menuju kawasan tersebut relatif dapat dijangkau sehingga perlu dilakukan kajian lebih mendalam sebelum menetapkan statusnya.
“Contohnya Pomako. Kita perlu memastikan apakah memang memenuhi kriteria sebagai wilayah 3T atau tidak. Semua harus memiliki dasar yang jelas sehingga pelaksanaan program benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika dalam waktu dekat akan menggelar koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Pertemuan itu bertujuan menyamakan persepsi mengenai kriteria wilayah 3T sekaligus menetapkan lokasi penerima Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Mimika.
“Kami akan segera melakukan pembahasan bersama Badan Gizi Nasional. Penetapan wilayah penerima program harus diputuskan bersama agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Emanuel.
Melalui proses verifikasi dan koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat menyasar wilayah yang benar-benar membutuhkan, sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, khususnya di daerah dengan tingkat akses layanan yang masih terbatas.(**)







































Discussion about this post