TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Selain mendorong terwujudnya pendidikan gratis, pemerintah juga tengah mengupayakan program transportasi gratis bagi para pelajar sebagai bagian dari pemerataan layanan pendidikan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (6/7/2026).
Johannes mengatakan, Pemkab Mimika saat ini terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk merealisasikan program pendidikan gratis yang dapat dinikmati seluruh pelajar di Kabupaten Mimika.
“Kita terus berusaha bagaimana bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar pendidikan gratis bisa diwujudkan bagi masyarakat Mimika,” ujarnya.
Menurut Johannes, sekolah negeri menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut karena berada di bawah tanggung jawab pemerintah. Meski demikian, pemerintah daerah juga berkomitmen mencari skema agar sekolah swasta memperoleh dukungan yang sama sehingga seluruh anak di Mimika memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Kalau sekolah negeri sudah pasti menjadi perhatian pemerintah. Tetapi sekolah-sekolah swasta juga harus kita pikirkan bagaimana supaya mereka bisa mendapatkan pendidikan gratis,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembebasan biaya sekolah, Pemkab Mimika juga sedang mengkaji pemberian layanan transportasi gratis bagi pelajar. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus mempermudah akses anak-anak menuju sekolah.
“Yang kita dorong bukan hanya sekolah gratis, tetapi juga bagaimana transportasi bagi anak-anak sekolah bisa gratis sehingga akses mereka terhadap pendidikan semakin mudah,” jelas Johannes.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan semakin mudahnya akses terhadap pendidikan, diharapkan tidak ada lagi anak-anak Mimika yang kesulitan bersekolah karena faktor ekonomi maupun transportasi.
Johannes menambahkan, pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu pemerintah akan terus berupaya agar anak-anak di Mimika mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik tanpa terbebani biaya pendidikan maupun transportasi,” pungkasnya.(**)






































Discussion about this post