TIMIKA – jurnalpapua.id
Open Tournament Standing Fight & Muaythai se-Tanah Papua resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari di Timika. Kejuaraan yang mempertemukan petarung dari berbagai daerah di Tanah Papua itu tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam membina atlet bela diri menuju level yang lebih tinggi.
Penutupan turnamen ditandai dengan penyerahan medali, piagam penghargaan, dan trofi kepada para juara di setiap kategori. Selama pelaksanaan, arena pertandingan dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan lebih dari 80 laga dari berbagai kelompok usia, mulai kategori usia dini hingga senior.
Ketua Panitia, Kapten Laut (PM) Samsul Hadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, panitia, dan masyarakat Mimika yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, sponsor, dan masyarakat Mimika yang begitu antusias menyaksikan event ini. Setelah melihat pertandingan selama dua hari berturut-turut, saya semakin yakin Mimika mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi dan profesional,” ujarnya.
Menurut Samsul, seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Meski para atlet saling berhadapan sebagai lawan di atas ring, mereka tetap menunjukkan persaudaraan setelah pertandingan usai.
“Lebih dari 80 pertandingan berjalan dengan baik dan lancar. Di atas ring mereka adalah rival, tetapi setelah pertandingan mereka kembali menjadi sahabat. Inilah semangat olahraga yang sesungguhnya,” katanya.
Ia menegaskan, turnamen ini merupakan bagian dari upaya pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Mimika, Rocky O. Pattinama, mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan cabang olahraga karena menjadi bagian penting dalam peningkatan prestasi atlet.
Menurutnya, kejuaraan menjadi wadah bagi atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mengukur hasil latihan sebelum tampil pada kompetisi yang lebih tinggi.
“Pemkab Mimika sangat mendukung kegiatan cabang olahraga. Harapan kami, melalui kejuaraan seperti ini atlet-atlet kita semakin siap menghadapi berbagai event, baik di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” ujar Rocky.
Ia menambahkan, Dispora mendorong seluruh cabang olahraga aktif menyelenggarakan kompetisi dan program pembinaan. Pemerintah daerah juga berkomitmen menggelar event multi-cabang olahraga secara rutin setiap tahun, khususnya bagi atlet usia pelajar.
“Kami ingin menjaring bibit atlet sejak usia dini. Atlet yang memiliki potensi akan dibina secara berkelanjutan agar mampu mengharumkan nama Mimika di berbagai kejuaraan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda, memberikan apresiasi kepada panitia yang dinilai sukses menyelenggarakan turnamen, serta kepada seluruh atlet yang telah menampilkan pertandingan berkualitas.
Menurut George, cabang olahraga bela diri selama ini menjadi salah satu penyumbang prestasi terbesar bagi Kabupaten Mimika. Karena itu, pembinaan atlet harus terus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.
“Kalau melihat data prestasi olahraga di Mimika, cabang bela diri merupakan salah satu cabang unggulan yang mampu bersaing hingga tingkat nasional. Karena itu pembinaannya harus terus diperkuat,” ujarnya.
George juga mengaku bangga melihat semangat para peserta. Meski penyelenggaraan turnamen masih mengandalkan dukungan swadaya dan sumber daya yang terbatas, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Ia menilai banyak atlet potensial yang muncul selama kejuaraan dan layak dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga kejuaraan internasional.
“Kami melihat banyak atlet berbakat yang tampil di kejuaraan ini. Ini menjadi bukti bahwa olahraga bela diri di Mimika memiliki masa depan yang sangat baik. Tugas kita bersama adalah memberikan dukungan agar prestasi mereka terus berkembang,” katanya.
George berharap Open Tournament Standing Fight & Muaythai se-Tanah Papua dapat menjadi agenda tahunan. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kejuaraan ini dinilai efektif sebagai sarana pembinaan atlet, pencarian bibit unggul, serta membangun ekosistem olahraga bela diri yang semakin kompetitif di Papua.
Dengan berakhirnya turnamen tersebut, para juara di setiap kelas membawa pulang medali, piagam penghargaan, dan trofi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat sportivitas sekaligus membuka jalan lahirnya atlet-atlet bela diri asal Mimika dan Tanah Papua yang siap mengukir prestasi di panggung nasional hingga internasional.(**)







































Discussion about this post