TIMIKA – jurnalpapua.id
Kepala Kampung Doliningokngin, Distrik Tembagapura, Samuel Kum meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengisi petugas lapangan terbang di Mulu Kampung Tsinga guna mengontrol dan mengawasi setiap aktivitas penerbangan dari Timika menuju wilayah pegunungan tersebut.

Menurutnya, keberadaan petugas lapangan sangat penting untuk memastikan seluruh proses penerbangan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Hingga kini, lapangan terbang di Mulu Tsinga dinilai belum memiliki petugas yang bertugas secara tetap, karena tiga petugas sebelumnya sudah meninggal yakni Yeri Magal, Josias Kum dan Ismail Kum, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan apabila terjadi keadaan darurat.
Ia mengatakan, wilayah pegunungan memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga membutuhkan pengawasan langsung di lapangan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bupati, Sekretaris Daerah, dan Dinas Perhubungan diminta segera mengambil langkah konkret dengan menempatkan personel yang bertanggung jawab mengatur operasional penerbangan.
Selain mengawasi lalu lintas penerbangan, petugas tersebut juga diharapkan dapat memastikan kelancaran komunikasi, koordinasi, serta penanganan apabila terjadi insiden di lapangan terbang.
Kepala Kampung Doliningokngin menegaskan, masyarakat adat bersama para kepala kampung telah berulang kali menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada realisasi penempatan petugas di lapangan terbang Mulu Tsinga. Ia khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, maka risiko terhadap keselamatan penerbangan akan semakin besar.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan putra-putra asli dari enam kampung di Distrik Tembagapura untuk direkrut sebagai petugas lapangan terbang. Selain membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, langkah tersebut dinilai akan memperkuat pelayanan penerbangan karena mereka memahami kondisi geografis dan karakter wilayah pegunungan.
Menurutnya, pengisian petugas lapangan terbang bukan hanya soal pelayanan transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang bergantung pada transportasi udara sebagai akses utama dari dan menuju wilayah pegunungan Mimika.(**)






































Discussion about this post