TIMIKA, jurnalpapua.id
Suasana keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menjadi perhatian menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seorang warga bernama Alfin Wandikbo dilaporkan meninggal dunia setelah terkena anak panah yang diduga dilepaskan orang tak dikenal (OTK), Jumat (15/8/2026) sekitar pukul 14.39 WIT.
Alfin disebut merupakan bagian dari kelompok Dang yang selama ini terlibat konflik dengan kelompok Newegalem di Distrik Kwamki Narama.
Insiden tersebut menambah kekhawatiran di tengah upaya pemerintah daerah dan aparat keamanan menjaga situasi Kwamki Narama tetap kondusif. Sebelumnya, kedua kelompok yang bertikai telah menjalani prosesi adat patah panah sebagai bentuk perdamaian. Prosesi tersebut turut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Kapolres Mimika, Dandim 1710/Mimika, serta sejumlah anggota DPRP Papua Tengah.
Namun, peristiwa terbaru menunjukkan bahwa situasi di wilayah tersebut masih menyimpan potensi ketegangan.
Informasi yang dihimpun jurnalpapua.id menyebutkan jenazah korban telah menjalani prosesi pembakaran sesuai adat setempat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kembali aksi balasan apabila tidak segera ditangani oleh aparat keamanan dan para tokoh dari kedua kelompok.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pelaku penembakan anak panah yang menyebabkan Alfin meninggal dunia. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah pelaku berasal dari kelompok Newegalem atau pihak lain. Selain itu, aparat keamanan juga berupaya untuk memediasi untuk meredam suasana.
Aparat keamanan juga diharapkan segera mengungkap pelaku serta mencegah berkembangnya isu yang dapat memicu aksi balasan antarkelompok.
Peristiwa ini menjadi ujian bagi komitmen perdamaian yang telah dibangun melalui prosesi patah panah. Masyarakat di Kwamki Narama diharapkan tetap menahan diri dan menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum agar konflik tidak kembali meluas.
Terlebih, insiden terjadi hanya beberapa hari menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kondisi keamanan yang kondusif menjadi penting agar masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan tanpa dihantui kekhawatiran maupun aksi kekerasan.(**)







































Discussion about this post